Program Link and Match se-Jabar, Lulus SMK Langsung Kerja

Minggu, 24 Maret 2019 - 00:00 WIB

Program Link and Match se-Jabar, Lulus SMK Langsung Kerja
Program Link and Match se-Jabar, Lulus SMK Langsung Kerja
Banner Dalam Artikel


TatarSukabumi.ID - Kementrian Perindustrian, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Pemprov Jawa Barat meluncurkan Program Pendidikan Vokasi Industri sekaligus penandatanganan perjanjian kerjasama (MoU) antara perusahaan industri dengan SMK se-Wilayah Jawa Barat dalam rangka membangun Link & Match di Cicug Sukabumi, Senin (18/3/2019).


Hamid Muhammad Dirjen Dikdas mewakili Mendikbud dalam sambutannya mengatakan keberhasilan revitalisasi SMK merupakan implementasi pengembangan SMK untuk bisa menghasilkan lulusan yang berkompeten sesuai dengan tuntutan industri.


Menurut Dia, Pemerintah tengah fokus melakukan pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) diharapkan peran seluruh pihak (Kementerian Perindustrian) secara aktif bisa memberi akses 2612 SMK se-Jabar yang telah melakukan perjanjian kerjasama dengan Perusahaan.


"Di Jabar jangan sampai tidak ada satupun SMK yang tidak bekerja sama dengan Industri," ujar Hamid Muhammad, Senin (18/3).


BACA JUGA : Uu Ruzhanul Ulum : Industri di Jabar Belum Sepenuhnya Serap Tenaga Kerja Lulusan SMK


"Jumlah SMK di Jabar sudah terlalu banyak, harus imbangi penyediaan tenaga guru SMK, terutama guru produktif," tanbah Dia.


Masih kata Hamid, dengan jumlah 5000 SMK malahan akan menambah angka pengangguran dan beban anggaran pemerintah.


Sejak 2017 SMK berada dibawah kewenangan Pemprov, diharapkan Pemprov bisa membenahi penataan kelembagaan SMK.


Dari data Kemendikbud sedikitnya 400-500 SMK swasta baru setiap tahun dan ini memerlukan kajian serta evaluasi.


"Pantauan kami 279 Sekolah sebenarnya sudah tidak melakukan aktivitas KBM, namun masih melakukan update, maka dijamin kedepannya mereka tidak akan dapatkan bantuan operasional," tegasnya.


BACA JUGA : 2 Menteri Datangi Sukabumi, Pemkab Minta Program Terapan yang Sesuai Bagi Iklim Sukabumi


Ditempat yang sama, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto menyampaikan Link and Match saat ini memasuki tahap II.


"Ini Program Presiden dengan dasar pemikiran jumlah 14 ribu SMK, oleh karena itu pemerintah ambil jalan pintas, di Jabar 2 kali sekarang, 2600 SMK dengan capaian 800 Industri yang sudah bekerjasama," terang Airlangga.


Hal lain menurut Airlangga Pemerintah akan senantiasa mendorong penyandang disabilitas agar memiliki kesempatan yang sama dalam mendapat pekerjaan.


"Kita dorong penyandang disabilitas juga bisa memperoleh peluang kesempatan pekerjaan dengan menjadi peserta diklat sistem 3 in 1 (Pelatihan,sertifikasi kompetensi,Penempatan Kerja)" tandasnya.(*)


Reporter : Rapik Utama// Isep Panji
Editor : Dian Syahputra Pasi



Close Ads X