Pendistribusian Beras Rakyat Program BPNT di Sukabumi Masih Minim

Minggu, 24 Maret 2019 - 00:00 WIB

Pendistribusian Beras Rakyat Program BPNT di Sukabumi Masih Minim
Pendistribusian Beras Rakyat Program BPNT di Sukabumi Masih Minim
Banner Dalam Artikel

Pendistribusian beras Program BPNT di Sukabumi masih Minim// Foto : Rapik Utama

Pendistribusian beras Program BPNT di Sukabumi masih Minim// Foto : Rapik Utama


TatarSukabumi.ID - Pendistribusian beras dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Sukabumi tahun 2019 baru mencapai 40 %.


Sistem pendistribusian BPNT yang disalurkan melalui e-Warong (Warung Gotong royong elektronik) terkendala beberapa hal diantaranya sejumlah wilayah masih belum memiliki e-Warong.


"Target kita  penyaluran berjalan lancar optimal sampai 100 persen.


"Kalau dari BNI, Kami tetap berupaya menambah jumlah e-Warong untuk lebih mempermudah KPM lakukan transaksi," jelas Andi Edward, Supervisor Marketing BNI Cabang Sukabumi, saat ditemui TatarSukabumi.ID di Aula Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, Kamis (21/3/2019).


BACA JUGA : Program Bantuan Beras Rakyat BPNT di Sukabumi Tidak Tepat Sasaran


Saat dikonfirmasi keberadaan e-Warong yang tersebar di 381 Desa dan 5 Kelurahan se-Kabupaten Sukabumi, Andi menjelaskan jumlah e-Warong dinilai masih cukup minim.


"Jumlah agen e-Warong mencapai 200 agen, terdiri dari 125 aktif, 54 eksisting dan 44 tinggal menunggu mesin,"


"Kami tetap aktif mencari calon e-Warong untuk menjadi agen penyalur BPNT, sementara melihat luas wilayah kabupaten dan keterbatasan, kami bekerjasama dengan dinas terkait, Kecamatan, Kades, Puskesdes, Puskesos meminta referensi warung mana saja yang bisa dijadikan agen penyalur BPNT," beber Andi disela sosialisasi BPNT bagi Kepala Desa dan Lurah se-kabupaten Sukabumi.


BACA JUGA : 7 Hari Pasca Deklarasi Kades di Sukabumi Dukung Paslon Presiden 01 Bawaslu dan Marwan Hamami Angkat Bicara


Disinggung keluhan sejumlah Pemerintah Desa yang meminta perubahan data penerima manfaat program BPNT karena keluarga penerima manfaat dinilai tidak tepat sasaran, Andi menepis Pihaknya tidak bisa masuk ke ranah tersebut.


"Kalau itu ada ranahnya di perangkat pemerintahan setempat , jadi kapasitas Kami (BNI) hanya mencetak kartu yang diminta oleh kementerian," tukasnya. (*)


Reporter : Rapik Utama
Editor : Dian Syahputra Pasi



Close Ads X