Header AD

Migrasi Penduduk Ancam Naiknya Angka Kemiskinan di Sukabumi


TatarSukabumi.ID - Ketua Koalisi Kependudukan Provinsi Jawa Barat Ferry Hadiyanto menilai pengendalian penduduk Kabupaten Sukabumi harus diperhatikan mengingat lonjakan penduduk Sukabumi yang meningkat secara signifikan.


Menurut Dia, salah satu faktor terjadinya lonjakan penduduk di Sukabumi diakibatkan jumlah migrasi penduduk yang masuk ke Sukabumi cukup besar.


"Kenapa migrasi besar, karena sudah banyak pembangunan pabrik dan sektor industri (di Sukabumi), banyak sekali menyerap pencaker (pencari kerja) mungkin bisa ribuan atau puluhan ribu pendatang, nah itu membuat orang luar masuk ke Sukabumi, ini harus dikendalikan, bila tidak akan berdampak negatif," ujar Ferry Hadiyanto kepada TatarSukabumi.ID saat ditemui disela acara rapat kerja teknis (Rakernis) Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di hotel Pangrango Salabintana Sukabumi, Kamis (28/3/2019).


BACA JUGA : Perusahaan Hengkang dari Sukabumi Karyawan Terancam PHK, Apindo Angkat Bicara


Lebih jauh Ferry membeberkan jika pendatang tidak mengikuti program Keluarga Berencana (KB) maka dipastikan akan terjadi ledakan penduduk di Sukabumi.


"Bila ini tidak dikendalikan dan dibatasi jumlah kelahirannya, Kita khawatir itu akan membuat keluarga di Kabupaten Sukabumi berkualitas rendah, saya ngak mau seperti itu," ujar Ferry.


Menanggapi kriteria angka kemiskinan di Sukabumi yang mencapai 40 persen, Ferry mengatakan untuk Kabupaten Sukabumi secara data faktual masih tergolong dalam batas kewajaran.


"Yang terpenting pembangunan berkualitas, ketika kemiskinan menurun ketimpangannya pun harus nurun, itu yang paling bagus. Karena banyak kota di Jawa Barat memang kemiskinan menurun tetapi angka ketimpangannya naik, jadi ini akan tetap membuat pembangunan itu bermasalah," tutur Ferry.


BACA JUGA : Krisis Guru di Sukabumi, Kebutuhan Guru 11300 yang Ada Hanya 4220


Dalam kajian Koalisi kependudukan Provinsi Jabar, kemiskinan dan ketimpangan di Sukabumi dinilai dari pencapaian KB, laju pertumbuhan penduduk serta laju perekonomian dinilai cukup baik.


"Mudah-mudahan angka kemiskinan tidak meningkat, paling tidak saya memperkirakan kalau misalnya tadi laju pertumbuhan ekonomi itu bisa naik satu persen, maka kemiskinan bisa menurun sekitar dua persen. Maka kita berusaha untuk terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi, cuma saat ini meningkatkan satu persen pertumbuhan ekonomi susah," tandasnya.


Masih kata Dia, Kabupaten Sukabumi saat ini telah berhasil menurunkan angka kemiskinan dan menurunkan angka ketimpangan.


Namun angka kemiskinan bisa naik apabila terjadi migrasi pendatang yang cukup besar dan menjadi pengangur di Sukabumi.


"Jadi bukannya menambah orang yang tidak miskin, malahan menambah orang miskin, itu yang kita takutkan,"


"Jangan sampai kondisi on the right track nanti akan terganggu oleh jumlah penduduk yang masuk ke Sukabumi tanpa mampu dikendalikan," jelas Ferry.(*)


Reporter : Rapik Utama
Editor : Dian Syahputra Pasi

Migrasi Penduduk Ancam Naiknya Angka Kemiskinan di Sukabumi Migrasi Penduduk Ancam Naiknya Angka Kemiskinan di Sukabumi Reviewed by TatarSukabumi.ID on Kamis, Maret 28, 2019 Rating: 5

Post AD

home ads