Header AD

Kasus Bocah Berdarah-darah Saat Diinfus, RSUD Palabuhanratu Klaim Telah Sesuai Prosedur

Kasus Bocah berdarah darah saat di Infus di RSUD Palabuhanratu // Foto : Istimewa


TatarSukabumi.ID - Jho Muksin (39) warga Kampung Mariuk, RT 2/RW 3, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi mengeluhkan pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palabuhanratu - Sukabumi.


Menurut Dia, pihak RSUD Palabuhanratu dinilai tidak maksimal dalam memberikan pelayanan terhadap anaknya yang sempat dirawat di RSUD Palabuhanratu beberapa hari silam.


Informasi terhimpun, peristiwa tidak mengenakan tersebut bermula saat anak Jho Muksin bernama Muhriz yang baru berusia 1,3 tahun mengalami kejang kejang pada Senin (25/3) lalu hingga dilarikan ke IGD RSUD Palabuhanratu.


BACA JUGA  : Krisis Guru di Sukabumi, Kebutuhan Guru 11300 yang Ada Hanya 4220


Kepada TatarSukabumi.ID, Muksin membeberkan peristiwa yang menimpanya, berawal saat diruang IGD. RSUD Palabuhanratu, Muksin meminta petugas medis untuk segera memberi obat penurun panas kepada anaknya karena temperatur anaknya yang panas serta kejang-kejang.


Masih menurut Muksin, saat meminta obat penurun panas, Petugas Medis tidak memberi dengan alasan harus ada tanda lunas dan memberi resep untuk membeli obat di apotek dan dibayar dengan uang cash.


"Jujur saya merasa kecewa dengan pelayanan rumah sakit ini, Karena saat saya meminta obat, petugas medis tidak memberikannya dengan alasan harus pakai tanda lunas," ujar Muksin.


BACA JUGA : Perumda TJM Sukabumi Pasang 8 Ribu Sambungan Air Bersih Untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah


Selang satu jam pasca menebus obat, Muksin menghampiri anaknya di IGD dan mendapati istrinya menangis akibat infus yang dipasang di tangan anaknya mengeluarkan banyak darah.


"Saya tanya istri apa sudah melapor ke suster penjaga apa belum, waktu itu istri saya menjawab sudah melapor, tetapi bukannya dibenerin, malah diomelin," jelas Muksin.


Saat meminta Petugas medis untuk membenarkan infus pada anaknya, Muksin mengaku Petugas Rumah Sakit menyuruh Pelajar yang tengah PKL (Praktik Kerja Lapangan) untuk memperbaiki infus.


"Saya tolak karena dia siswa PKL di rumah sakit ini, Saya bilang anak saya bukan boneka jadi tolong suster atau perawat yang benerin, setelah itu siswa PKL ini pergi, namun bukannya perawat yang datang malah siswa PKL itu yang datang sambil membawa pesan, kalau tidak mau dibenerin ke luar saja sana," beber Muksin.


Muksin sempat bingung karena anaknya yang tengah sakit panas disuruh ke luar namun dia memilih diam, namun karena anaknya terus mengeluarkan darah, Muksin memilih pulang paksa, dari RSUD Palabuhanratu.


BACA JUGA : Tugu Hansip di Sukabumi, Bukti Sejarah yang Nyaris Tidak Dikenali


Kejadian ini sempat viral di media sosial facebook bahkan sempat tayang di sejumlah media.


Menanggapi permasalahan ini, Bili Agustian Humas RSUD Palabuhanratu kepada TatarSukabumi.ID menjelaskan bahwa yang dimaksud kejadian berdarah- darah versi pasien adalah cairan darah yang bercampur dengan cairan infus yang merembes ke spalk.


"Itu adalah cairan darah yang bercampur dengan cairan infus rembes ke spalk (perban yang dipakai untuk mengikat jarum infuse dan selang infus) yang disebabkan oleh pergerakan tangan aktip dari pasien tersebut," jelas Bili, Kamis (28/3/2019).


BACA JUGA : Kantor Imigrasi Sukabumi Amankan WNA Tiongkok


Lebih jauh Bili menjelaskan, setelah terjadi rembesan tersebut keluarga pasien datang melapor ke petugas dan 15 menit kemudian selang infus dan verban spalk diganti.


Adapun terkait pembayaran obat pasien umum sudah sesuai dengan alur pelayanan farmasi.


Standar pelayanan pasien gawat darurat di IGD RSUD Palabuhanratu, apabila pasien datang langsung diperiksa, ditindak dan diobati memakai obat obatan Life Saving atau obat cadangan kegawat daruratan yang ada di IGD.


Sedangkan untuk resep yang diberikan Dokter atau petugas kepada keluarga pasien adalah untuk pengganti obat yang sudah digunakan pasien pada saat tindakan pertama kali datang di IGD.(*)


Reporter : Rudi Imelda
Editor : Dian Syahputra Pasi

Kasus Bocah Berdarah-darah Saat Diinfus, RSUD Palabuhanratu Klaim Telah Sesuai Prosedur Kasus Bocah Berdarah-darah Saat Diinfus, RSUD Palabuhanratu Klaim Telah Sesuai Prosedur Reviewed by TatarSukabumi.ID on Kamis, Maret 28, 2019 Rating: 5

Post AD

home ads