Header AD

Fenomena Equinok Hal Biasa, BMKG Himbau Masyarakat Tenang

Gambar ilustrasi // Foto : Pixabay


TatarSukabumi.ID - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meluruskan berita yang beredar terkait munculnya fenomena equinox yang menyebabkan peningkatan suhu ekstrem yang bisa memicu sun stroke hingga dehidrasi.


Menyikapi hal ini, Mulyono Rahadi Prabowo, Deputi Bidang Meteorologi BMKG menyatakan equinox merupakan fenomena biasa dan mengimbau masyarakat untuk tidak perlu mengkhawatirkan dampak dari equinox sebagaimana disebutkan dalam isu yang berkembang.


BACA JUGA : Krisis Guru di Sukabumi, Kebutuhan Guru 11300 yang Ada Hanya 4220


"Equinox adalah salah satu fenomena astronomi dimana matahari melintasi garis khatulistiwa dan secara periodik berlangsung dua kali dalam setahun, yaitu pada 21 Maret dan 23 September," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono Rahadi Prabowo lewat keterangannya, Senin [25/3/2019].


Prabowo menjelaskan saat fenomena berlangsung, matahari dengan bumi memiliki jarak terdekat sehingga wilayah tropis diwilayah sekitar ekuator akan mendapatkan penyinaran matahari maksimum.


"Namun fenomena ini tidak selalu mengakibatkan peningkatan suhu udara secara drastis maupun ekstrim. Secara umum, diketahui rata-rata suhu maksimum di wilayah Indonesia berada dalam kisaran 32-36°C," jelas Prabowo.


BACA JUGA : Tommy Soeharto : Sekarang KUD Sudah Gak Jelas Juntrungannya


Berdasakan pengamatan BMKG, suhu maksimum tertinggi pada hari kemarin 23 Maret 2019 tercatat 37,6°C di Meulaboh, Aceh.


"Equinox bukan merupakan fenomena seperti gelombang panas atau heat wave yang terjadi di Eropa, Afrika dan Amerika yang merupakan kejadian peningkatan suhu udara ekstrim di luar kebiasaan dan berlangsung dalam waktu yang cukup lama," jelas Prabowo.


Prabowo mengimbau masyarakat untuk tidak perlu mengkhawatirkan dampak dari equinox sebagaimana disebutkan dalam isu yang berkembang, karena secara umum kondisi cuaca di wilayah Indonesia cenderung masih lembab/basah.


Beberapa wilayah Indonesia saat ini sedang memasuki masa/periode transisi (pancaroba), sehingga masyarakat tetap harus mengantisipasi kondisi cuaca yang cukup panas dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan tetap menjaga kesehatan keluarga serta lingkungan.(*)


Reporter : Rudi Imelda
Editor : Dian Syahputra Pasi

Fenomena Equinok Hal Biasa, BMKG Himbau Masyarakat Tenang Fenomena Equinok Hal Biasa, BMKG Himbau Masyarakat Tenang Reviewed by TatarSukabumi.ID on Selasa, Maret 26, 2019 Rating: 5

Post AD

home ads