Pemerintah Bersama Warga dan Perusahaan Konveksi di Parungkuda Duduk Bersama Bahas Izin Lingkungan

Rabu, 06 Februari 2019 - 00:00 WIB

Pemerintah Bersama Warga dan Perusahaan Konveksi di Parungkuda Duduk Bersama Bahas Izin Lingkungan
Pemerintah Bersama Warga dan Perusahaan Konveksi di Parungkuda Duduk Bersama Bahas Izin Lingkungan
Banner Dalam Artikel


TatarSukabumi.ID - Muspika Kecamatan Parungkuda, bersama Pemerintah Desa Pondokkaso Landeuh dan BPD serta warga Masyarakat setempat duduk bersama membahas sosialisasi Izin Lingkungan dengan salah satu Perusahaan Konveksi yang berdomisili diwilayah Desa Pondokkaso Landeuh.


Acara dilangsungkan di Aula Kantor Desa Pondokkaso Landeuh Kecamatan Parungkuda Sukabumi, Rabu [23/1/2019].


BACA JUGA : Marwan Hamami Resmikan 3 Ruangan RSUD Sekarwangi, Direktur RSUD Sekarwangi Lapor Permasalahan yang Dihadapi


Kepala Desa Pondokkaso Landeuh, Ujang Sopandi menegaskan, dengan hadirnya perusahaan diwilayah Desa Pondokkaso Landeuh diharapkan bisa berdampak positif kepada Masyarakat terutama mengurangi angka pengangguran.


"Kami selaku pemerintah miliki ketetapan bahwa awal proses perizinan pada awalnya harus dari rekomendasi lingkungan, setelah itu ditempuh, baru ke desa, nantinya kami tidak mau disalahkan oleh warga setempat," ujar Ujang Sopandi, Rabu (23/1/2019).


BACA JUGA : Dishub Sukabumi Pastikan Penambahan Penerangan Jalan Umum


Beberapa perwakilan warga disekitar perusahaan diwakili Isep mengungkapkan aspirasinya terkait penerimaan pegawai harus diprioritaskan warga setempat.


"Bila kelak dibutuhkan penambahan karyawan agar diutamakan warga dilingkungan setempat, itupun diseimbangkan dengan kompetensi kerjanya,"



"Bila status perusahaan dari CV ke PT untuk upah gaji disesuaikan dengan UMK," harap Isep mewakili 15 warga lain yang hadir dalam acara ini.


BACA JUGA : Gunung Bugis, Potensi Longsor Kembali Mengancam Warga Cisolok Sukabumi


Sementara itu, Andri selaku pimpinan perusahaan PT Bungas Makmur Sukses (BMS) yang bergerak di bidang konveksi menilai positif aspirasi warga dan Pemerintah setempat.


"Keberadaan saya bersama keluarga ikut mencari nafkah diwilayah Pondokkaso Landeuh sudah berjalan selama 3 tahun, saya atas nama keluarga mohon maaf baru kali ini baru mensosialisasikan akan keberadaan kami, terimakasih atas silaturahim berikut arahannya," ujar Andri.


BACA JUGA : Cegah Aksi Vandalisme, Polres Sukabumi Gelar Mural Mengangkat Isu Millenial Road Safety Festival


Mengenai permasalahan upah kerja, Andri menjelaskan jika Perusahaannya menerapkan sistem borong.


"Kami menerapkan sistem borongan, hampir 95 % pekerja mengacu pada sistem borongan. walau bicara borongan sebanyak 60 orang pekerja dibayar setiap sabtu per minggu, insha'Allah kedepannya akan mengikuti aturan yang ada, saya tidak akan mendzolimi," tandasnya.


BACA JUGA : Potensi Curah Hujan Meningkat, Waspadai Bencana Hidrometeorologi


Saat dimintai komentarnya, Camat Parungkuda Amir Hamzah menegaskan Pihaknya akan menjamin investasi Perusahaan namun sebaliknya setiap Perusahaan harus mentaati regulasi yang ada.


"Dalam hal ini Pemerintah harus menjamin pengusaha berinvestasi tetapi segala proses  keabsahan legal perusahaan harus tetap segera diselesaikan oleh pengusaha, jangan sampai setelah ada masalah baru diurus oleh pengusaha," jelas Amir.(*)


Reporter : Rapik Utama
Editor : Dian Syahputra Pasi



Close Ads X