Header AD

Marwan Hamami Lapor Menteri Desa Terkait Isu Keluhan dan Permasalahan di Sukabumi

Marwan Hamami besama Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo / Foto : Dian Syahputra Pasi (15/1/2019)

Marwan Hamami besama Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo / Foto : Dian Syahputra Pasi (15/1/2019)


TatarSukabumi.ID - Sosialisasi Dana Desa (DD) serta program prioritas Desa dilakukan Menterian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes - PDTT) Eko Putro Sandjojo, bersama Abdul Muhaimin Iskandar Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik indonesia (MPR- RI) di Auditorium Balai Besar Budidaya Perikanan Air Tawar (BBPAT) Selasa, (15/1/2019).


Dalam acara ini, Bupati Sukabumi, Marwan Hamami menyampaikan beberapa keluhan Isu yang beredar serta permasalahan yang terjadi diwilayah Kabupaten Sukabumi.


BACA JUGA : Menteri Desa di Sukabumi, Penganguran Turun Pendapatan Perkapita Rakyat Naik


Beberapa isu tentang permasalahan pengembangan desa hingga masalah stunting (gizi buruk) diwilayah Sukabumi dilaporkan Marwan Hamami kepada
Mendes - PDTT Eko Putro Sandjojo.


Menurut Marwan Hamami, dengan luas wilayah Kabupaten Sukabumi yang mencapai 11,1 persen dari luas pulau Jawa, merupakan wilayah yang luas dengan berbagai tantangan permasalahan yang terjadi.


"Sulit untuk mengejar desa yang jauh, sehingga seorang Bupati Sukabumi harus bisa offroad karena terlalu jauh serta banyak desa yang berada di pelosok wilayah Sukabumi," ujar Marwan Hamami, Selasa (15/1/2019).


BACA JUGA : Kunker MPR-RI di Sukabumi, Cak Imin : Presiden Siapkan Dana 1 Triliun Bagi BLK Ponpes


Bupati Sukabumi juga mengeluhkan beberapa kendala di Desa Desa Sukabumi yang berada disekitar kawasan perkebunan serta melaporkan masih banyak Sumber Daya Alam Sukabumi yang masih belum tergali baik tambang maupun industri lanjutan.


"Sesuai amanat nawacita membangun dari Desa kami merasa semangat kembali, tapi keluhan di desa rata rata yang dikelilingi perkebunan yang mati tidak hidup pun tidak, salah satunya perkebunan PTPN. 7 apdeling merugi 70 juta hanya untuk membayar pekerja," ujar Bupati Sukabumi.


BACA JUGA : Upah Dibawah UMK, Hanif Dhakiri : Dinas Pengawas Ketenagakerjaan Harus Bergerak


Hal lainnya, Bupati Sukabumi kepada Mendes menjelaskan saat ini Pemkab Sukabumi untuk sementara menghentikan izin industri Pabrik karena beberapa hal diantaranya akibat penyerapan tenaga kerja sektor Industri yang hanya menyerap tenaga kerja wanita.


Hal ini memberi dampak buruk terhadap beberapa faktor sosial diantaranya agama, kesehatan anak, kejahatan peredaran Narkoba serta peredaran HIV di 47 kecamatan se Kabupaten Sukabumi.


"Kabupaten Sukabumi dekat dengan ibu kota tapi masih ada stunting dan masih ada giji buruk, sumberdaya alam yang melimpah belum tergali secara utuh. Konsentrasi pembangunan di Kabupaten Sukabumi saat ini diarahkan ke sektor pertanian, pariwisata dan Infrastruktur" tutur Marwan Hamami.


BACA JUGA : Tol Bocimi Memasuki Kawasan Ciambar, Marwan Hamami : Kita Ingin Tahu Progresnya


Pemkab Sukabumi akan terus berupaya mendorong percepatan pembangunan  untuk mendorong ekonomi berbasis kerakyatan.


"Kita dorong Bumdes sehingga setiap kembali dari daerah wisata Kabupaten Sukabumi mereka (wisatawan) membawa cendramata dan oleh oleh yang diolah melalui bumdes terlebih
Progres aktual saat ini dari bapak Presiden ada percepatan infrastruktur mulai jalan tol, kereta api double track dan salah satunya bandar udara yang akan mendukung pariwisata geopark, orang Sukabumi harus maju bersama sama" tandasnya.(*)


Reporter : Dian Syahputra Pasi

Marwan Hamami Lapor Menteri Desa Terkait Isu Keluhan dan Permasalahan di Sukabumi Marwan Hamami Lapor Menteri Desa Terkait Isu Keluhan dan Permasalahan di Sukabumi Reviewed by TatarSukabumi.ID on Selasa, Januari 15, 2019 Rating: 5

Post AD

home ads