Gerhana Total dan Supermoon Berpotensi Sebabkan Gelombang Air Laut Tinggi

Rabu, 06 Februari 2019 - 00:00 WIB

Gerhana Total dan Supermoon Berpotensi Sebabkan Gelombang Air Laut Tinggi
Gerhana Total dan Supermoon Berpotensi Sebabkan Gelombang Air Laut Tinggi
Banner Dalam Artikel


TatarSukabumi.ID - Fenomena Gerhana Bulan total hari ini berbarengan dengan supermoon yang bakal terjadi pada Minggu [20/1/2019] malam atau Senin [21/1/2019] dini hari waktu Indonesia.


Masyarakat Indonesia memang tidak dapat melihat fenomena gerhana bulan yang berbarengan dengan supermoon itu, wilayah yang dapat menyaksikan secara jelas gerhana bulan total itu meliputi Greenland, Eslandia, Irlandia, Britania Raya, Norwegia, Swedia, Portugal, dan pantai-pantai di Perancis dan Spanyol.


BACA JUGA : Potensi Curah Hujan Meningkat, Waspadai Bencana Hidrometeorologi


Meski tak akan bisa melihat atau menyaksikan fenomena ini namun dampaknya berpotensi sampai ke wilayah perairan Indonesia.


BMKG meminta masyarakat pesisir waspada pada kurun hingga 22 Januari 2018 terutama masyarakat yang tinggal di pesisir utara Jakarta hingga Jawa Timur, juga pesisir selatan, seperti Cilacap, Tanjung Benoa Bali, pesisir Kalimantan Barat, serta Makasar.


Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan supermoon ini berpotensi memicu gelombang tinggi mulai Sabang Banda Aceh hingga Jakarta dan pesisir Jatim.


Menurut BMKG, fenomena supermoon secara bersamaan disertai peristiwa bulan purnama mulai 19-22 Januari 2019 dapat mengganggu transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir.


BACA JUGA : Potensi Pasang Air Laut hingga 22 Januari Mendatang di Beberapa Wilayah Indonesia


BMKG mengeluarkan peringatan dini soal pasang maksimum air laut untuk periode 19-22 Januari 2019.


Peringatan itu terkait fenomena supermoon yakni purnama yang terjadi saat jarak bulan dengan bumi sedang dalam posisi terdekat (perigee).


Pada Januari ini, jarak bulan tengah dalam posisi terdekatnya dengan bumi atau disebut perigee terjadi pada 22 Januari, bulan mencapai jarak terdekatnya dengan bumi sejauh 357.342 kilometer.


BACA JUGA : Hujan Es di Sukabumi Fenomena Alam Biasa, Inilah Penjelasannya


Potensi gelombang laut setinggi 2.5 hingga 4.0 meter diperkirakan dapat terjadi di Perairan Barat Kepulauan Mentawai, Perairan Bengkulu Hingga Pulau Enggano, Perairan Barat Lampung, Samudera Hindia Barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung, Selat Sunda bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Jawa Hingga Pulau Sumbawa, Selat Bali - Lombok - Alas bagian Selatan, Samudra Hindia Selatan Jawa hingga NTB, Laut Natuna Utara, Perairan Kepulauan Anambas - Natuna, Laut Jawa bagian Tengah hingga Timur, Selat Makassar bagian Selatan, Perairan Kepulauan Sabalana hingga Kep. Selayar, Laut Flores, Laut Banda, Perairan Kep. Sangihe - Talaud, Laut Maluku Bagian Utara, Perairan Utara Halmahera, Laut Halmahera, Perairan Utara Biak, Samudera Pasifik Utara Halmahera hingga Biak.


Sumber : BMKG
Reporter : Rudi Imelda
Editor : Dian Syahputra Pasi