Header AD

Kekurangan Siswa, 2 SDN di Kebonpedes Terpaksa Digabungkan

Rapat penguatan program penggabungan 2 SDN di Kebonpedes Sukabumi / Foto : Rapik Utama


TatarSukabumi.ID - Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi menggelar rapat penguatan program merger (penggabungan) antara dua Sekolah Dasar Negeri Pondokkarya dengan SDN Pasantren yang berada di Desa Jambenengang Kecamatan Kebonpedes.


Rapat penguatan program dilaksanakan di SDN Ippor Cikaret Desa Sasagaran Kecamatan Kebonpedes Sukabumi, Senin [10/12/2018].


BACA JUGA : Alih-alih atasi Stunting, Puluhan Bocah SDN Bantargebang Keracunan Massal


Ditemui dilokasi kegiatan, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Mohammad Solihin menyatakan program merger (penggabungan) antara dua Sekolah dinilai perlu dilakukan guna meningkatkan mutu pendidikan, efisiensi anggaran serta tenaga pengajar.


"Ini merupakan rapat kedua untuk menyamakan persepsi guna meningkatkan mutu pendidikan, efisiensi anggaran serta tenaga pengajar, maka dipandang proses merger antara dua sekolah satu lokasi ini bisa secepatnya terlaksana," ujar Mohammad Solihin, Senin [10/12/2018].


BACA JUGA : Pembangunan Kawasan Industri Cikembar III, Masyarakat Harus Terlibat dalam Proses Amdal Perusahaan


Menurut Sekdisdik, salah satu kriteria yang mendasari proses penggabungan ini adalah Perbup nomor 89 tahun 2018 tentang pendirian, perubahan dan penutupan satuan pendidikan dasar formal serta satuan pendidikan nonformal negeri atau swasta.


"Kajian merger sekolah ini berdasarkan jumlah siswa belum maksimal, untuk SDN Pondokkarya berjumlah 68 Siswa dan SDN Pasantren berjumlah 118 siswa," tutur Solihin.


BACA JUGA : Kisah Inspiratif, Bocah SD Merangkak 3 KM Untuk Bisa Sekolah


Sekdis berharap dengan merger SDN yang berada di Kecamatan Kebonpedes ini bisa menjadi pilot project dalam agenda dua program strategis Disdik Kabupaten Sukabumi yaitu sekolah merger dan SPMI (sistem penjaminan mutu internal).


"Semoga dukungan dari seluruh pihak dan warga masyarakat tanpa menghilangkan proses tahapan, diharapkan setelahnya program ini berjalan dan kedepannya tidak terjadi ekses," tandasnya.


BACA JUGA : Kebut 8 Bulan Selesai, Pembangunan Rumah Sakit Pertama di Parungkuda


Ditempat sama, Kepala Desa Jambenenggang Ojang Apandi mengungkapkan, pihaknya mendukung upaya penggabungan 2 Sekolah diwilayah Desa Jambenengang.


"Sekarang tinggal kesungguhan dinas pendidikan kabupaten Sukabumi, dan saya harap kelengkapan fasilitas pelajar untuk olah raga dan seni budaya bisa disediakan, agar anak sekolah tidak banyak bermain yang tidak jelas," harapnya.


Turut hadir dalam giat ini Kepala bidang SD Disdik Kabupaten Sukabumi, Kepala seksi Kesiswaan SD, PGRI, FKKS (Forum Komunikasi Komite Sekolah ), dewan pendidikan, koordinator pelayanan pendidikan, unsur guru dua sekolah, perwakilan Muspika Kebonpedes.(*)


Reporter : Rapik Utama
Editor : Dian Syahputra Pasi

Kekurangan Siswa, 2 SDN di Kebonpedes Terpaksa Digabungkan Kekurangan Siswa, 2 SDN di Kebonpedes Terpaksa Digabungkan Reviewed by TatarSukabumi.ID on Senin, Desember 10, 2018 Rating: 5

Post AD

home ads