Header AD

Program Sertifikat Tanah di Sukabumi, Adjo Sardjono : Jangan Sampai Sudah Punya Sertifikat Lahan Hilang

Wabup Adjo Sardjono tinjau penyerahan sertifikat program PTSL 2018 di Kecamatan Cisaat / Foto : Rapik Utama (1/11/2018)


TatarSukabumi.ID - Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sardjono melakukan kunjungan kerja (Kunker) dibeberapa wilayah Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi, Kamis [1/11/2018].


Dari pantauan TatarSukabumi.ID dalam salah satu kunkernya hari ini, Wabup Sukabumi ikut menghadiri penyerahan sertifikat tanah kepada Masyarakat 5 Desa se-Kecamatan Cisaat dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun 2018 oleh ATR -BPN ( Agraria Tata Ruang - Badan Pertanahan Negara) Kabupaten Sukabumi.


BACA JUGA : Program PTSL Berlanjut, Pembagian 80 Ribu Sertifikat Tanah Gratis Bagi Masyarakat Sukabumi


Disela kegiatan, Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sardjono menjelaskan beberapa kegiatan kunkernya diwilayah kecamatan Cisaat, "Saya monitor kegiatan perangkat daerah, kecamatan maupun dinas yang bisa terjangkau pada hari ini, sekaligus meninjau kegiatan di Sekolah, mulai 1 Nopember ada giat out door classroom day (Belajar diluar kelas)" ujar Adjo Sardjono saat ditemui TatarSukabumi.ID, Kamis [1/11/2018].


Dalam Kunkernya, Wabup Sukabumi dalam balutan busana pangsi (baju Sunda) berwarna hitam serta mengenakan ikat kepala khas Sunda, mengapresiasi penyerahan sertifikat dalam program PTSL tahun 2018 ini.


Atas nama Pemkab Sukabumi Adjo Sardjono berterimakasih kepada Pemerintah pusat dan ATR-BPN Kabupaten Sukabumi, "Semoga program PTSL berlangsung terus, karena di Sukabumi masih banyak bidang tanah yang belum terdaftar dan belum memiliki sertifikat," ujar Wabup.


BACA JUGA : Program PTSL, BPN Kabupaten Sukabumi Berikan 10500 Sertifikat Tanah


Menurut Wabup, beberapa kendala dirasakan Masyarakat dalam pengurusan sertifikat secara mandiri, sehingga dengan program PTSL ini, masyarakat sangat cukup terbantu, "Masyarakat bukannya tidak mau uruskan, biasanya dikaitkan dengan proses pembiayaan dalam pembuatan sertifikat. Bila sengaja biaya pendaftaran mandiri kan mahal, misalkan untuk pengurusan asalnya lahan eks tanah negara atau tanah milik adat proses biaya serta proses pengurusan lama, diawal pengukuran saja sudah mahal, belum nanti yang lainnya," jelas Adjo Sardjono.


"Dengan adanya program ini tentu masyarakat  cukup terbantu, kalaupun harus mengeluarkan biaya asalkan sesuai dengan peraturan surat keputusan 3 menteri,"  tutur Wabup.


BACA JUGA : Kerawanan Tindak Pidana Korupsi, Unit Tipikor Polres Sukabumi Diturunkan Berikan Bimtek Kepada 81 Kepala Desa


Wabup berpesan agar masyarakat yang telah menerima sertifikat, untuk bisa mempertahankan tanahnya, "Jangan sampai nanti sudah punya sertifikat lahan hilang, gara-gara sudah ada sertifikat langsung dijual atau dijaminkan (anggunkan)," pesan Adjo.


"Boleh-boleh saja bila akan dijaminkan kepada Bank, tapi untuk sifatnya produktif usaha berkelanjutan, namun itupun harus dipertimbangkan bila akan ajukan pinjaman, disesuaikan dengan kemampuan warga bila kelak akan dijadikan jaminan kredit, jangan setelah akad kredit pembayarannya macet, nanti bisa disita, habislah lahan kepemilikannya," pesan Wabup.(*)


Reporter : Rapik Utama
Editor : Dian Syahputra Pasi

Program Sertifikat Tanah di Sukabumi, Adjo Sardjono : Jangan Sampai Sudah Punya Sertifikat Lahan Hilang Program Sertifikat Tanah di Sukabumi, Adjo Sardjono : Jangan Sampai Sudah Punya Sertifikat Lahan Hilang Reviewed by Tatar Sukabumi on Kamis, November 01, 2018 Rating: 5

Post AD

home ads