Header AD

Laka Maut Santri di Tangerang, Sempat Shalat Dzuhur Bersama Kakak Kandung

Santri Sukabumi Korban laka maut di Tangerang / Foto : Isep Panji (26/11/2018)


TatarSukabumi.ID - Rasa duka mendalam dirasakan keluarga Mahmud Hanafi (16) salah seorang Santri asal Sukabumi yang tewas dalam kecelakaan pick-up maut di Jalan Green Lake City (Fly over) Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang.


Mahmud Hanafi merupakan putera ketujuh dari sebelas bersaudara putera pasangan Cucun (51) dan Hasiroh (48) warga Kampung Sukamiskin Cibadak, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.


BACA JUGA : Kecelakaan Maut di Tangerang Tewaskan Santri Sukabumi


Ditemui dirumah duka, Keluarga besar Korban kecelakaan maut menjelaskan jika
Mahmud Hanafi selepas lulus Sekolah Dasar (SD) langsung menimba ilmu di Pesantren Miftahul Huda Semanan.


Kesebelas Putera pasangan Cucun dan Hasiroh merupakan santri, Mahmud Hanafi tinggal bersama Kakak kandungnya Dede Ruhan di Pesantren Miftahul Huda Semanan dibawah pimpinan KH Noval.


Saat kejadian insiden maut, Dede Ruhan bersama sang adik usai melaksanakan undangan menghadiri acara Maulid Nabi di salah satu Pesantren.


BACA JUGA : Kata - kata Terakhir Santri Sukabumi Korban Pick up Maut di Tangerang


Kepada TatarSukabumi.ID, Dede Ruhan mengaku terpisah saat pulang dari acara Maulid, kebersamaan terakhir Dede bersama sang Adik adalah saat melaksanakan Shalat Dzuhur berjamaah.


"Habis Maulid kita shalat dzuhur bersama dan bubar sama - sama, saat saya sampai rumah barulah ada kabar kecelakaan mobil santri laki laki dari miftahul huda," ujar Dede Ruhan saat ditemui dirumah duka, Senin (26/11/2018).


BACA JUGA : 7 Fakta Bisnis Prostitusi Online di Sukabumi Nomor 6 Gak Kebayang


Mendengar kabar kecelakaan, Dede tidak langsung menuju TKP insiden, namun kembali ke Pondok yang tempat berlangsungnya Maulid dan menanyakan kejadian ini, "Saya disuruh ke Rumah Sakit Bhakti Asih Ciledug dan menemukan 3 pasien disana salah satunya adik saya," ujar Dede.


Korban sempat dirawat selama 30 menit di RS Bhakti Asih dan sempat mengungkapkan rasa sakitnya.


"Almarhum mengaku sakit pada bagian pinggang, seingat saya sekitar setengah jam beliau masih bergerak, saya sempat bacakan tahlil tahmid istigfar dan shalawat, dan disitulah akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit," beber sang Kakak Korban.(*)


Reporter : Isep Panji
Editor : Dian Syahputra Pasi

Laka Maut Santri di Tangerang, Sempat Shalat Dzuhur Bersama Kakak Kandung Laka Maut Santri di Tangerang, Sempat Shalat Dzuhur Bersama Kakak Kandung Reviewed by Tatar Sukabumi on Senin, November 26, 2018 Rating: 5

Post AD

home ads