Header AD

Gapoktan Cikidang Sukabumi Terima Bantuan Teknologi Bernilai 2 Triliun

Reni Marlinawati Anggota Komisi-X DPR-RI / Foto : Rapik Utama (15/11/2018)


TatarSukabumi.ID - Inovasi teknologi Generator Ozone (D'Ozone) karya Perguruan Tinggi Industri berbasis Teknologi Plasma Untuk Pangan bersama Kementerian Riset Teknologi Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Ristek Dikti) dan Universitas Diponegoro diserah terimakan kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Karya Nangka Koneng Desa Nangka Koneng Kecamatan Cikidang Kabupaten Sukabumi - Jawa Barat.


Secara simbolis prosesi serah terima dan penanda tanganan sekaligus bimbingan teknis Generator Ozone di serahkan oleh Anggota Komisi X DPR-RI Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Reni Marlinawati di halaman Kantor Desa Nangka Koneng Kecamatan Cikidang Kabupaten Sukabumi, Kamis [15/11/2018].


BACA JUGA : Tanah Longsor Putus Aliran Irigasi Desa Bojonggaling Sukabumi


D'Ozone merupakan inovasi terbaru dalam dunia pertanian di Indonesia, proyek yang menghabiskan anggaran senilai 2 Triliun ini diharapkan bisa menjawab tantangan teknologi canggih pertanian masa depan.


Ditemui disela acara kegiatan, Reni Marlinawati kepada TatarSukabumi.ID membeberkan, "Seiring kemajuan teknologi saya bersama kementerian riset teknologi dan pendidikan tinggi Republik Indonesia dan Universitas Diponegoro Semarang, guna membantu petani tidak merugi saat panen melimpah, Kami mengalokasikanlan anggaran senilai 2 triliun untuk membuat inovasi alat berteknologi canggih dalam bidang pertanian dengan nama Generator Ozon yang sepenuhnya program ini dalam pengawasan Komisi X DPR-RI," ungkap Reni Marlinawati, Kamis [15/11/2018].


BACA JUGA : Cuaca Ekstrim Musim Angin Barat, Nelayan Palabuhanratu Paksakan Melaut


Lebih lanjut politisi wanita asal Sukabumi menjelaskan, manfaat Generator Plasma Ozone ini mampu membuat hasil panen bertahan lama (awet) berkisar dua minggu hingga dua bulan tanpa mengurangi kadar, kwalitas dan kwantitas hasil pertanian.


"Semoga dengan alat ini petani bisa semakin produktif dalam meningkatkan hasil pertanian. Karena alat ini miliki teknologi modern, saya berharap para peserta kelompok petani bisa mengikuti bimbingan teknis secara intens agar dalam penggunaan alat ini bisa maksimal dalam pemanfaatannya," jelas Reni Marlinawati.


BACA JUGA : Bupati Sukabumi Tegaskan Kades Jangan Pakai Dana Desa Seolah Uang Pribadi


Ditempat yang sama, penerima manfaat anggaran, Ketua Gapoktan, Yusuf (62) mengapresiasi bantuan ini, menurut Yusuf dari 8 kelompok tani (Poktan) yang memiliki anggota 213 Petani dengan luas area lahan pertanian mencapai 100 Hektare, akan berupaya maksimal dalam penggunaan alat ini.


Yusuf menjelaskan dunia Pertanian digelutinya sejak tahun 1997 masih secara konvensional, selanjutnya pada tahun 2009 dirinya mulai membentuk Poktan dan pada tahun 2013 terbentuklah Gapoktan Desa Nangka Koneng, yang terpokus pada jenis pertanian budidaya sayur mayur serta berkebun komoditas Pala.


BACA JUGA : Pembangunan Alun - alun Sukabumi Tahun 2018 Rampung, Kedepannya Akan Dibangun Danau Buatan


"Untuk menunjang perekonomian, kami pakai pola tumpang sari menanam sayur mayur yang waktu panen lebih cepat dengan bercocok tanam pohon pala dengan masa tanam lima tahun, setelah itu bisa meraih panen buah dan biji pala satu bulan sekali," ujar Yusuf.


"Terimakasih kepada pihak pemerintah semoga dengan bantuan alat ini bisa lebih memaksimalkan keinginan petani bila sedang panen agar tidak terlalu merugi bila saat panen dalam kondisi cuaca tidak menentu," ungkapnya.(*)


Reporter : Rapik Utama
Editor : Dian Syahputra Pasi

Gapoktan Cikidang Sukabumi Terima Bantuan Teknologi Bernilai 2 Triliun Gapoktan Cikidang Sukabumi Terima Bantuan Teknologi Bernilai 2 Triliun Reviewed by Tatar Sukabumi on Sabtu, November 17, 2018 Rating: 5

Post AD

home ads