Header AD

Warga Cemas Kondisi Jembatan Penghubung 3 Desa di Simpenan - Sukabumi Cukup Memprihatinkan

Jembatan Cikopeng Desa Cidadap Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi, - Foto : TatarSukabumi.ID (10/10/2018)


TatarSukabumi.ID - Cukup berbahaya dan memprihatinkan, kondisi Jembatan Cikopeng dengan kondisi nyaris roboh hingga disangga dan bantalan kayu jembatan yang nampak keropos dan lobang mengangga pada beberapa bagian jembatan.


Padahal, Jembatan Cikopeng merupakan salah satu akses penting jalan penghubung 3 Desa diwilayah Kecamatan Cidadap Kabupaten Sukabumi - Jawa Barat.


BACA JUGA : Sungai Citatih Keruh, Camat Cibadak Akan Tegur Perusahaan Pencucian Pasir Kuarsa


Menelisik lebih jauh, Jembatan Cikopeng yang berada di Desa Cidadap, mengalami kondisi rusak dan memprihatinkan setelah sebelumnya kontruksi jembatan rusak parah dan sebagian hilang tergerus banjir bandang pada tahun 2016 silam.


Untuk penanggulangan sementara, Masyarakat setempat secara swadaya dibantu BPBD dan Dinas PU sempat melakukan upaya rehabilitasi jembatan Cikopeng pasca tersapu banjir.


BACA JUGA : Proses Evakuasi 7 Warga Sukabumi Berikut Bayi Korban Gempa dan Tsunami Palu Berjalan Dramatis


Jembatan Cikopeng merupakan akses utama keluar masuknya angkutan barang bagi kebutuhan warga berupa sembako serta hasil pertanian warga, "Jembatan Cikopeng ini menjadi satu-satunya jalan alternatif sarana komunikasi di tiga Desa diantaranya Desa, Cidadap, Cibuntu, dan Desa Mekarasih," ujar Cepi (40) warga Kampung Cidadap, Rabu [10/10/2018].


Sebagian besar warga mengaku cukup resah diselimuti rasa waswas dengan keadaan jembatan, "Bila ini tidak segera dilakukan perbaikan secara permanen dikhawatirkan akan menimbulkan kecelakaan bagi warga yang melintas jembatan," aku Cepi.


BACA JUGA : Alasan Bus dan Truk Tidak Masuk Jalur Trans Loji Puncak Darma Menuju Geopark Ciletuh


Hal senada juga dikeluhkan warga Kampung Cibuntu, Anwari (37) mengatakan, sebagian besar warga di daerah perbatasan Desa Cidadap, Cibuntu, dan Mekarasih memanfaatkan akses jalan menuju sarana pendidikan, bekerja, hingga mengangkut hasil bumi.


"Kontruksi bangunan jembatan dari kayu sudah tidak kokoh lagi, sehingga jembatan sering mengalami goyang-goyang. Apalagi di musim penghujan yang sudah mulai, dikhawatirkan jembatan tidak kuat menahan arus air sungai yang deras," ungkap Anwari.


Menurut Anwari, warga telah berupaya melakukan perbaikan menggunakan bahan material kayu seadanya, namun upaya renovasi ini hanya bentuk penanggulangan sementara, "Setiap ada kayu jembatan bolong-bolong warga selalu berusaha secara gotongroyong melakukan penyulaman bantalan jembatan memakai bahan meterial kayu seadanya. Perbaikan jembatan yang dilakukan warga mungkin hanya bersipat darurat saja, " ungkapnya.


BACA JUGA : Sidak Kandang Ayam di Sukabumi, Perusahaan Peternakan Harus Tingkatkan Tata Kelola Limbah


Anwari berharap instansi terkait segera melakukan renovasi jembatan, "Kami sebagai warga sekaligus pengguna agar jembatan bisa segera dilakukan perbaikan secara bertahap dan permanen, "  harapnya.


Sementara itu, Camat Simpenan Iwan Gunawan membenarkan kondisi jembatan Cikopeng yang saat ini kondisinya cukup mengkhawatirkan akibat dampak banjir bandang 2016 silam, "Pengajuan perbaikan sudah diajukan ke dinas terkait saat itu, tinggal menunggu realisasi dari dinas saja, saya berharap ahir 2018 bisa segera menadapatkan perbaikan, apalagi musim hujan sudah mendekati, saya kwatir bangunan jembatan rusak," ungkapnya.(*)


Reporter : Dian Syahputra Pasi

Warga Cemas Kondisi Jembatan Penghubung 3 Desa di Simpenan - Sukabumi Cukup Memprihatinkan Warga Cemas Kondisi Jembatan Penghubung 3 Desa di Simpenan - Sukabumi Cukup Memprihatinkan Reviewed by Tatar Sukabumi on Rabu, Oktober 10, 2018 Rating: 5

Post AD

home ads