Header AD

Reforma Agraria 2018 Target 60 Ribu Bidang di 8 Kecamatan Sukabumi

Reforma Agraria 2018 Target 60 Ribu Bidang di 8 Kecamatan Sukabumi


TatarSukabumi.ID - Reforma Agraria atau pembaruan agraria merupakan proses penataan ulang ( Restrukturisasi)  hak atas kepemilikan penguasaan dan penggunaan sumber agraria (tanah)  belakangan marak diusulkan beberapa kalangan Masyarakat Kabupaten Sukabumi.


Menanggapi hal ini Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Sukabumi, Asep Suherman terkait usulan reforma agraria tahun 2018 di wilayah kabupaten Sukabumi, menjelaskan, "Memang ini ranahnya ATR - BPN (Agraria Tata Ruang - Badan Pertanahan Negara) tetapi kita Pemda tidak diam, sebetulnya Sukabumi ditargetkan 90 ribu bidang adapun target 2018 adalah 60 ribu bidang, dengan rinciannya antara 7 sampai 8 kecamatan di kabupaten Sukabumi," ujar Asep Suherman yang kerap disapa Aseng, Rabu [24/10/2018].


BACA JUGA : Serikat Petani Indonesia : 5 HGU dan 2 HGB Masih Menuai Konflik di Sukabumi


Beberapa kalangan masyarakat meminta reforma agraria bisa di ajukan di wilayah Sukabumi Selatan, menurut Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Pihaknya telah mencoba mengusulkan untuk bisa dilaksanakan reforma agraria dengan istilah PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap) yang awalnya disebut Prona (Proyek Operasi Nasional Agraria).


"Saya sudah kirim surat yang draftnya nanti atas nama Bupati akan mengirim surat kepada Kementrian pertanahan dengan tembusan ke kanwil dan kantah (Kepala Pertanahan) ATR- BPN, insha'Allah akan kita proritaskan untuk kawasan Geopark dan sekitarnya 8 kecamatan," ujar Asep Suherman.


BACA JUGA : SPI kembali Datangi BPN Terkait Permasalahan 60 HA Tanah Penyisihan HGU di Kecamatan Cikidang Sukabumi


Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Sukabumi berharap hal ini bisa terealisasi sebanyak 30 ribu bidang di wilayah Sukabumi Selatan, "Sisanya di tengah atau kembali di utara, tapi proritas tahun 2019 saya akan dorong diwilayah selatan, Karena untuk usulan tahun 2018 sudah clossing, sedang dalam proses baru sekitar 20 ribuan bidang, walaupun dengan segala kesibukan pihak ATR-BPN sesuai ranah wewenangnya," jelas Asep.


Kadis memandang perlu adanya Reforma agraria PTSL, salah satunya adalah disebut Tora (Tanah Obyek Reforma Agraria) meski menurutnya tergolong rumit dalam pengurusannya, apakah ini dari tanah negara dari eks HGU (Hak Guna Usaha) dan sebagainya, Kita hanya inventarisasi kaitan dengan Tora sebab yang banyak lakukan unjuk rasa bukan dari PTSL tetapi dari Tora," jelas Asep.


BACA JUGA : Konsolidasi Perjuangan Petani Jampang, Reforma Agraria Untuk Kedaulatan Pangan


Saat dikonfirmasi terkait lahan garapan yang teridentifikasi terlantar Asep menjelaskan, "Hari Ini yang paling menarik adalah pertama lahan yang ditelantarkan secara fisik maupun diidentifikasikan terlantar, Saya menyarankan kepada Kementrian ATR untuk redistribusi saja, karena merekalah yang menetapkan nomen klatur terlantar dan tidak bisanya di redistribusi," jelas Asep.


"Inventarisasi data sudah mereka pegang, meski kadang agak sulit dalam proses pengukuran lahan teridentifikasi lahan diduga terlantar, seperti lahan Halimun dan Kabandungan. Secara teknis tugas kita untuk lahan HGU hanya memfasilitasi teknis, tapi mereka yang miliki kewenangan dalam legalitas kepemilikan sertifikat, tetapi Kita butuh dorongan rekan media, biasanya akan lebih tajam didengar," ungkapnya.(*)


Reporter : Rapik Utama
Editor : Dian Syahputra Pasi

Reforma Agraria 2018 Target 60 Ribu Bidang di 8 Kecamatan Sukabumi Reforma Agraria 2018 Target 60 Ribu Bidang di 8 Kecamatan Sukabumi Reviewed by TatarSukabumi.ID on Rabu, Oktober 24, 2018 Rating: 5

Post AD

home ads