Header AD

Miris, Pasca Rumah Roboh, Anak Berkebutuhan Khusus dan Bapaknya Hidup Menumpang

Rumah Ali yang roboh akibat lapuk, pembangunan saat ini terhambat biaya // Foto: Rudi Imelda (16/10/2018)


TatarSukabumi.ID - Kisah miris dialami Ali (60) Warga Kampung Cipanca, RT 01 / RW 02 , Desa Bantargebang, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.


Pasca ambruknya rumah kediaman Ali beberapa minggu lalu, saat ini Ali bersama seorang putranya terpaksa hidup menumpang di tetangganya.


Hal ini terpaksa dilakukan Ali karena rumahnya yang ambruk yang saat ini berusaha dibangun kembali oleh warga sekitar mengalami hambatan karena kurangnya material bangunan.


BACA JUGA : 95 Persen Masyarakat Sukabumi Masuk BPJS, Dinkes Kabupaten Sukabumi Tingkatkan Pelayanan


Informasi yang berhasil dihimpun TatarSukabumi.ID, saat ini Ali hidup berama seorang putra berkebutuhan khusus (keterbelakangan mental) sejak empat tahun silam, sementara Istrinya telah dikabarkan meninggal dunia 10 tahun silam akibat mengalami kecelakakan terbawa arus sungai Cimandiri.


Nasib malang juga diderita Ali, dengan kondisi tangannya yang tidak berpungsi secara normal setelah 12 tahun lalu mengalami kecelakaan jatuh dari pohon Rambutan.


BACA JUGA : Tim Buser Polres Sukabumi dan Polsek Cibadak Ringkus 2 Pelaku Pembunuhan di Cianjur dan Banten


Saat ditemui di kediamannya, Ali kepada TatarSukabumi.ID mengungkapkan kondisinya, "Saya tinggal bersama anak yang bungsu, Istri telah meninggalkan kami lebih dulu akibat hanyut di Sungai Cimandiri, sedangkan saya sendiri tidak bisa bekerja seperti pada umumnya, karena saya merasa tangan kanan saya seperti mati, akibat kecelakaan dulu terjatuh dari Pohon Rambutan," beber Ali menceritakan kesedihannya, Selasa [16/10/2018].


BACA JUGA : Atas Dasar Amar Putusan PTUN, Perwakilan Warga Gunungguruh Minta Salinan Dokumen PT SCG


Ali mengaku tidak sanggup membangun kembali rumahnya yang roboh, "makan saja dari tetangga, sekarang juga tidur numpang tetangga, siapa saja yang ngajak nginep saya nginap, karena rumah saya yang di bangun warga belum selesai," tutur Ali.


Ali berharap bantuan pemerintah, Ali kepada TatarSukabumi.ID mengaku belum tersentuh oleh program pemerintah, baik jaminan kesehatan maupun bantuan seperti BPNT dan program lainnya.


BACA JUGA : Tanggap Bencana Gempa Bumi dan Tsunami di Sukabumi Simulasi Bencana Akan Digelar Oktober Mendatang


Sementara itu, Wisnu aktivis penggerak sosial mengungkapkan, "Pak Ali tinggal di rumah yang tak layak huni namun akibat termakan usia akhirnya ambruk beberapa minggu yang lalau, kemudian atas insiatif warga sekitar, mengumpulkan bahan material yang dibutuhkan dan dibangun kembali, namun karena keterbatasan dana sekarang pembangunannya tertunda," ujar Wisnu.


Warga simpati atas keterbatasan Ali, menurut Wahyu, Ali hingga saat ini tidak mendapat bantuan dari Pemerintah Desa Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat, "Saya berharap Pak Ali bisa mendapat KIS, BPNT atau Program lainnya, dan semoga saja ada pihak yang membantu meringankan beban pak Ali ini, " harapnya.(*)


Reporter : Rudi Imelda
Editor : Dian Syahputra Pasi

Miris, Pasca Rumah Roboh, Anak Berkebutuhan Khusus dan Bapaknya Hidup Menumpang Miris, Pasca Rumah Roboh, Anak Berkebutuhan Khusus dan Bapaknya Hidup Menumpang Reviewed by TatarSukabumi.ID on Selasa, Oktober 16, 2018 Rating: 5

Post AD

home ads