Header AD

Metode Penangkaran Cumi di Sukabumi Terkendala Regulasi

Penangkaran Cumi Cumi di Palabuhanratu - Foto : TatarSukabumi.ID (12/10/2018)


TatarSukabumi.ID - Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi secara gencar memberikan beberapa program bantuan benih ikan air tawar maupun benih cumi cumi sekaligus bimbingan dan tata kelola budi daya perikanan di wilayah Kabupaten Sukabumi.


Ditemui diruang kerjanya, Kasubag Program Dan Evaluasi Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi Sri Patmoko menyatakan pihaknya telah mendistribusikan 6 jenis ikan air tawar dengan total jumlah mencapai 213.500 benih kepada beberapa kelompok Budi daya ikan se-kabupaten Sukabumi yang bertujuan untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat, Jumat [12/10/2018].


BACA JUGA : Terungkap, Kronologi Pria Tewas Didalam Sumur di Sukabumi


Adapun jenis ikan tawar yang berikan kepada Petani budi daya ikan tawar, diantaranya bibit ikan Nila Hitam 41 ribu ekor, Nilem 35 ribu ekor, Tambakan 25 ribu ekor, Tawes 75 ribu ekor, Soro 15 ribu ekor dan jenis Nila Merah sebanyak 22.500 ekor.


Selain diberikan kepada Petani pembudi daya ikan tawar, bantuan bibit juga ditebar di Muara, Sungai, dan Danau.


Selain benih ikan tawar, pihaknya juga telah melakukan pemembinaan dan pelatihan kepada Nelayan Bagan, "Nelayan Bagan di tengah laut bisa di manfaatkan untuk budi daya bibit cumi. Pasalnya, saat ini Bagan yang biasanya memiliki jaring tangkapan untuk ikan teri juga bisa dimanfaatkan untuk penangkaran bibit cumi," ujar Sri Patmoko, Jumat [12/10/2018].


BACA JUGA : Bapak 2 Putra Asal Cianjur Tewas Ditikam di Sukabumi


Menurut Sri, saat ini 800 Nelayan Bagan, melakukan metode penangkapan ikan teri mengunakan jaring berukuran besar, "otomatis dengan seperti itu perkembangan ikan akan semakin menurun, untuk itu kita coba rubah pola dengan dibarengi penangkaran benih cumi agar bisa seimbang," ujar Sri Patmoko.


Namun demikian penerapan metode tersebut mengalami beberapa kendala diantaranya regulasi Kementrian Kelautan Provinsi, dibawah kementrian kelautan pusat, "Dengan aturan baru tersebut, kami di Kabupaten kesulitan untuk mengembangkan metode yang saat ini sudah berjalan, salah satunya di wilayah pantai Simpenan," ungkap Sri.


BACA JUGA : Iyos Somantri  Soroti dan Perintahkan Kasat Pol PP Turun ke Sungai Citatih Cibadak yang Keruh Kecoklatan


Padahal dengan metode penangkaran bibit cumi bisa menghasilkan ribuan benih telur cumi setiap bulannya, dalam satu bak dengan 5-6 cumi, bisa menghasilkan 5-6 rumah cumi, dalam satu rumah bisa menghasilkan 100 benih telur, sehingga jika dengan 6 cumi bisa menghasilkan 3000 bakal benih cumi, "Bila ini terus di kembangkan tentunya bisa meningkatakan pendapatan nelayan tanpa harus mengandalkan tangkapan ikan teri," jelas Kasubag Program Dan Evaluasi Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi.


Sri berharap metode tersebut bisa terus dikembangkan meski semua kewenangan berada ditingkat Provinsi, "Saya berharap hadapan para nelayan yang mempunyai bagan bisa diganti dengan rumah penakaran bibit cumi, selain menekan angka ekosistem habitat ikan laut yang ada, juga bisa menambah pendapatan mereka," tandasnya.(*)


Reporter : Dian Syahputra Pasi

Metode Penangkaran Cumi di Sukabumi Terkendala Regulasi Metode Penangkaran Cumi di Sukabumi Terkendala Regulasi Reviewed by Tatar Sukabumi on Jumat, Oktober 12, 2018 Rating: 5

Post AD

home ads