Header AD

Bandara di Sukabumi Dirancang Seluas 105-180 Hektar

Ilustrasi Bandara - Photo by Marina Hinic from Pexels
TatarSukabumi.ID - Pelaksanaan Perubahan Rancangan Daerah (Raperda) dalam rapat lanjutan paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi telah mencapai draft final.

Salah-satunya adalah Raperda perubahan atas Perda Nomor 22 Tahun 2012 tentang Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sukabumi.

Salah satu yang menjadi pokok pembahasannya adalah mengenai Jalan Tol serta Bandara di Sukabumi.

Ditemui TatarSukabumi.ID, Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang, Kabupaten Sukabumi, Asep Suherman menjelaskan mengenai hal tersebut.

"Hasil dari pansus DPRD Pembahasan akan Raperda dari Perda Nomor 22 tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), draft final sudah disampaikan," ungkap Asep Suherman, di Dinas Pertanahan dan Tataruang Kabupaten Sukabumi, Kamis (11/10/2018).


"Latar belakang perubahan Raperda diantaranya untuk mengantisipasi adanya pembangunan jalan Tol, Bandara dan Geopark Palabuhanratu, kemudian kita akomodir, evaluasi akan tata ulang untuk kawasan industri di wilayah Ciambar dan Cikembar," lanjut Asep Suherman.

"Kita evaluasi hal-hal dari pemohon (pengusaha) yang sangat sporadis, intinya otomatis akan berdampak kepada alih fungsi lahan, mungkin seperti pertanian non LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) masih tetap kita perbolehkan, selama alih fungsi lahan diluar irigasi teknis Dinas Pertanian berikan rekomendasi dengan mengganti percetakan 2 sampai 3 kali lipat," ucap Asep Suherman.

Tidak hanya kawasan Ciambar dan Cikembar, Geopark Ciletuh Palabuhanratu, serta wilayah Cicurug juga menjadi konsen pembahasan termasuk data segi Pertambangan.

"Sehingga Pertambangan pada Tahun 2022 seolah masih diperbolehkan di seluruh Kecamatan, kita lihat dengan adanya Geopark Palabuhanratu, wilayah mana saja yang masih boleh," 


"Pengaruh proyek strategi nasional, Sektor Industri akan mengalami perubahan yang cukup signifikan dengan ditetapkan kawasan industri Ciambar dan Cikembar."

"Besok lusa juga kita akan pertanyakan Kepada pihak MNC Group apakah di Cicurug akan dilanjutkan atau tidak, sebab hari ini dia sudah miliki ijin lokasi sejak tahun 2013," pungkas Asep.

"Termasuk untuk Bandara, Menteri Perhubungan Republik Indonesia begitu semangat, ketika rapat di Jakarta dibahas diantaranya luasan yang diperlukan untuk lokasi Bandara adalah seluas 105 hingga 180 hektar, di wilayah 2 Desa di Kecamatan Cikembar, untuk tanahnya kebanyakan lahan PTPN dan Bogorindo," jelas Asep.

Asep juga mengungkapkan perkataan Menteri Perhubungan dalam rapat tersebut.


"'Kelak peruntukan Bandara nanti khusus untuk Pesawat jenis ATR berpenumpang 70 orang, keinginan kedepannya bisa menjadi bandara embarkasi, paling tidak jangan sampai mubazir jika hanya oleh pesawat kecil saja yang mendarat' hal itu tidak diharapkan oleh Menteri Perhubungan ," Tutur Asep.

Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Sukabumi - TatarSukabumi.ID/Rapik Utama
 Asep Suherman kembali menambahkan bahwa rencana pembangunan Tol dan Bandara yang tengah dirancang ini dalam upaya membuat Sukabumi lebih baik kedepannya.

"Otomatis dengan adanya pembangunan Tol dan Bandara ini, mau tidak mau akan berdampak terhadap datangnya investasi, tu positifnya,"

"Bisa juga meningkatkan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat sekitar, tetapi tetap akan berpengaruh kepada alih fungsi, intinya itu saja," pungkas Asep


"Bagusnya hari ini, lahan untuk Bandara yang digunakan hampir sebagian lahan kering berada di tanah Bogorindo tidak ada sawah, kemudian tanah kawasan Perhutani."

"Yang jelas akan lebih baik bertumbuhnya investasi , untuk itu kami disini harus lebih selektif kaitan dengan alih fungsi, sebab di Koridor ruas jalan Tol Benda sampai Sukalarang, kita bersentuhan berbatasan dengan cagar Taman Nasional Gunung Salak dan Gunung Gede Pangrango," papar Asep di ruang kerjanya.


Reporter : Rapik Utama

Editor : Ardi Kusuma
(*)
Bandara di Sukabumi Dirancang Seluas 105-180 Hektar Bandara di Sukabumi Dirancang Seluas 105-180 Hektar Reviewed by Tatar Sukabumi on Jumat, Oktober 12, 2018 Rating: 5

Post AD

home ads