Header AD

Orangtua Korban Kebakaran Maut yang Merenggut Jiwa Balita 4 Bulan, Trauma dan Niat Pindah Rumah

Puing bekas Kebakaran Maut di Sukabumi (9/9/2018) - Rudi Imelda

TatarSukabumi.ID - Kebakaran maut hingga mengakibatkan Bayi berusia empat bulan meninggal dunia di Kampung Cicau Desa Langkapjaya Kecamatan Lengkong Kabupaten Sukabumi, Senin lalu (3/9) masih meninggalkan duka bagi kedua orang tua korban.


Pasca kejadian tragis yang menimpa keluarga Jajat, Aparatur Pemerintah Desa, Kecamatan, Babinsa, Polsek serta beberapa komunitas pegiat sosial datang menyatakan bela sungkawa dan memberi bantuan guna memperingan beban keluarga Jajat.


BACA JUGA : Pindahkan Travo PLN, Seorang Petugas Tersengat Listrik Diatas Atap Pabrik di Parungkuda


Dari pantauan TatarSukabumi.ID Komunitas Motor Kolot (Komoko) nampak mengunjungi puing bekas kebakaran.


Kami sengaja kesini untuk memberikan sumbangsih sedikit semoga bermanfaat, Kami ikut prihatin atas bencana ini, bukan hanya harta, semoga saja banyak komunitas lain yang ikut membantu meringankan beban korban," ujar Lukmanul Hakim ketua Komoko, Minggu [09/09/18].


BACA JUGA : Bocah Putus Sekolah di Cibadak, Mesantren Nyambi Jualan Piscok


Sementara itu, Korban kebakaran, Jajat kepada TatarSukabumi.ID mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, Jajat juga berharap bantuan Pemerintah guna membangun kembali rumahnya, "Semua habis tak tersisa,  termasuk putra saya yang jadi korban," ungkap Jajat.

Pemberian bantuan dark Komoko (9/9/2018)- Rudi Imelda


Pasca Kebakaran maut yang menelan Korban jiwa ini, Jajat mengaku masih trauma hingga berencana pindah tidak akan kembali mendirikan tempat tinggal dibekas bangunan yang terbakar.


BACA JUGA : Fenomena Lobang Menganga Ditengah Sawah di Sukabumi, Petani Penggarap Ungkap Sejarah


Sempat dikonfirmasi mengenai kronologi kebakaran maut ini, Jajat menjelaskan, "Waktu itu saya lagi dikebun, mertua saya juga sama lagi cari rumput, yang ada istri beserta kedua anak saya, lalu istri saya menidurkan anak yang kecil, saat memeriksa dapur tidak ada kayu bakar istri saya mencari kayu bakar beserta anak saya yang usia 3 tahun tidak jauh dari rumah," ujar Jajat menceritakan awal tragedi yang menimpanya.


"Namun saat saya pulang sambil menggendong anak saya (Kakak Korban)  api sudah membakar rumah, hungga anak yang bungsu tidak bisa di selamatkan," jelas Jajat.


BACA JUGA : Fakta di Balik Kecelakaan Maut Bus Pariwisata Cikidang yang Tewaskan 21 Orang


Rumah Beserta isinya termasuk Padi sebanyak 700 Kilogram hangus menjadi arang, Jajat mengaku penasaran atas misteri penyebab timbulnya api.


"Kabar simpang siur mengenai pemicu terjadinya kebakaran, banyak orang bilang katanya dari tungku, boro boro ada api di tungku, kayu bakar pun tidak ada, makanya istri saya mencari kayu bakar. terus ada yang bilang akibat ulah anak saya yang berumur 3 tahun, sedangkan anak saya ikut sama ibunya mencari kayu bakar, kalaupun tinggal dirumah mungkin kedua anak saya ikut jadi korban," ujar Jajat.(*)


Reporter : Rudi Imelda
Editor : Dian Syahputra Pasi

Orangtua Korban Kebakaran Maut yang Merenggut Jiwa Balita 4 Bulan, Trauma dan Niat Pindah Rumah Orangtua Korban Kebakaran Maut yang Merenggut Jiwa Balita 4 Bulan, Trauma dan Niat Pindah Rumah Reviewed by Tatar Sukabumi on Senin, September 10, 2018 Rating: 5

Post AD

home ads