Header AD

Mengenang dan Menikmati Layar Tancap, Legenda Hiburan Rakyat

Menikmati hiburan layar tancap di Kp. Cisarua, Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Jumat malam (31/8/2018) - Asep M-Rhe

TatarSukabumi.ID - Layar Tancap pertama kali dikenal di Indonesia semenjak masa penjajahan Belanda, hingga saat ini masih diingat oleh masyarakat Indonesia sebagai hiburan rakyat.

Hiburan yang menyajikan pertunjukkan film ini pada awalnya dijadikan sebagai alat propaganda bagi Era Kolonialisme kala itu, sekaligus dijadikan media penyuluhan penyakit yang sempat merajalela di Nusantara kala itu serta media penyampai pesan yang efektif.

BACA JUGA : Memancing dengan Sang Ayah, Pemuda Tenggelam di Pantai Cikepuh

Setelah Indonesia merdeka, layar tancap tetap jadi hiburan primadona.

Era puncak kejayaannya mulai dari Tahun 70an hingga akhir 90-an.

Layar tancap kala itu pun menjadi salah satu media promosi bagi film-film Indonesia.

Beragam film bergenre action, komedi hingga horor disajikan di layar tancap dari kawasan perkotaan hingga pelosok Desa.

BACA JUGA : Tuntutan Anak Dari TKW Sukabumi yang Mendapat Perlakuan Kekerasan di Malaysia

Tak hanya itu, layar tancap juga sering dijadikan salah satu media sosialisasi program-program Pemerintah, seperti Keluarga Berencana dan program lainnya.

Hadman (55) yang ditemui TatarSukabumi.ID di Kp. Cisarua, Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Jumat malam (31/8/2018) menceritakan kenangannya dengan Layar Tancap.

Menikmati hiburan layar tancap di Kp. Cisarua, Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Jumat malam (31/8/2018) - Asep M-Rhe

Hadman menuturkan kenangan 35 tahun lalu saat layar tancap masih berjaya dan menjadi primadona di setiap perayaan hajatan, dan Hari Besar Nasional.

“Dulu di era tahun 80-an, layar tancap itu jadi hiburan yang paling ditunggu, disetiap acara hajatan atau hari kenaikan kelas dan hari-hari besar lainnya," kenang Hadman saat menyaksikan pertunjukan layar tancap.

BACA JUGA : Bengkuang Raksasa di Cibadak yang Menghebohkan Akan Kembali di Tanam

Menonton layar tancap lebih seru digelar di lapangan terbuka, suasananya lebih semarak dengan riuhnya penonton.

Tiap adegan seru, penonton menyoraki, menambah atmosfer nonton bareng.

Di lokasi pertunjukan warga saling berinteraksi satu sama lain, berbagi cerita, menambah pertemanan juga.

Karena pertunjukannya digelar di lapangan terbuka, layar tancap kerap bubar jika hujan tiba-tiba turun, walau film lagi seru-serunya.

BACA JUGA : Akibat Nyabu, 1 Orang Bacaleg Parpol Ditangkap Polres Sukabumi Kota

Maka ada istilah layar tancap adalah bioskop misbar alias gerimis bubar.

Dengan pertunjukan layar tancap ini Hadman dan warga lainnya merasa terobati rasa kangennya dengan hiburan layar tancap yang sempat berjaya pada masanya itu.

Reporter : Asep M-Rhe / Editor : Ardi Kusuma.

(*)

Mengenang dan Menikmati Layar Tancap, Legenda Hiburan Rakyat Mengenang dan Menikmati Layar Tancap, Legenda Hiburan Rakyat Reviewed by Tatar Sukabumi on Sabtu, September 01, 2018 Rating: 5

Post AD

home ads