Header AD

Faktor Pemicu Keracunan Makanan di Sukabumi, Ternyata Bukan Semata-mata Karena Ikan Lisong

Ikan Lisong (29/9/2018) - Foto : Rudi Imelda / TatarSukabumi.ID


TatarSukabumi.ID - Ikan merupakan salah satu bahan pangan yang banyak dikonsumsi sebagian besar Masyarakat Indonesia.


Beberapa kasus keracunan makanan terjadi setelah mengkonsumsi Ikan, hal ini sebagian besar bukan akibat ikan itu sendiri, namun beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab ikan yang dikonsumsi menjadi racun bagi tubuh manusia.


BACA JUGA : Usai Makan Ikan Lisong, 3 Warga dilarikan ke RSUD Sekarwangi Cibadak, Diduga Keracunan


Salah satu kasus yang belakangan menimpa warga Kampung Langenria RT 03/RW 04 Desa Tenjojaya Kecamatan Cibadak, setidaknya 6 warga dilarikan ke RSUD Sekarwangi Cibadak usai mengkonsumsi ikan laut jenis Lisong (Tongkol Kecil).


Salah seorang pensiunan yang sempat bekerja di bidang Perikanan TPI Palabuhanratu terkait kasus keracunan yang diduga akibat mengkonsumsi Ikan Lisong kepada TatarSukabumi.ID mengungkapkan, "Saya termasuk orang yang sensitif mengkonsumsi ikan jenis Tongkol, Lisong, juga Cakalang, karena jenis ikan tersebut mudah busuk hingga mengakibatkan keracunan apabila di konsumsi," ujar Somantri, Sabtu [29/9/2018].


Somantri menegaskan, bukan Ikan yang menjadi penyebab keracunan namun lebih kepada ketelitian dalam memilih ikan sehingga membahayakan jika dikonsumsi, "Ikan tongkol yang tidak layak dikonsumsi apabila di usap atau di tekan terasa lembek (tidak segar/kenyal), warna insang merahnya pudar, kondisi mata yang memerah. Itu sabagian ciri ikan yang apabila di konsumsi terasa gatal dilidah, lebih baik jangan dimakan, itu akibat ikan disimpan terlalu lama, atau terkena matahari langsung, tidak dikasih es biasanya," ujar Somantri.


BACA JUGA : Diduga Keracunan Ikan Lisong, Korban Keracunan di Cibadak Bertambah


Menurut Somantri dalam beberapa kasus, gejala keracunan akibat mengkonsumsi ikan biasanya bisa membaik dengan sendirinya dalam beberapa jam, atau bahkan beberapa hari namun pada kasus yang berat kadang-kadang diperlukan pemberian obat antihistamin serta tindakan tim medis.


Ciri - ciri keracunan akibat mengkonsumsi ikan diantaranya, pusing, jantung berdebar, mata memerah, kulit memerah terasa panas, mual mual, muntah, langkah cepat untuk antisipasi menurut somantri, "Saya sarankan membuat rujak asam, (asam jawa) dicampur dengan gula merah dan diseduh dengan air hangat, lalu diminum, apabila cara ini tidak mempan segera meminta pertolongan medis," ujar Somantri.


BACA JUGA : Aksi Bejad Pedofilia di Sukabumi, Korban Diikat, Dilakban Hingga Digilir Didalam Gubuk


Untuk memproses Ikan menjadi komoditas makanan sehat dan tidak berbahaya diperlukan pemahaman karena ikan merupakan bahan pangan yang cepat mengalami proses pembusukan (Perishable Food).


Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya, kandungan protein yang tinggi pada Ikan sehingga menimbulkan kondisi lingkungan yang sangat sesuai untuk pertumbuhan mikroba pembusuk.


BACA JUGA : Bencana Hebat Tsunami Di Sulawesi


Ikan tongkol tergolong famili scombroidae, jika dibiarkan pada suhu kamar, maka segera akan terjadi proses penurunan mutu, menjadi tidak segar lagi dan jika ikan tongkol ini dikonsumsi akan menimbulkan keracunan.


Racunan yang timbul disebabkan oleh kontaminasi bakteri pathogen seperti Escherichia coli, Salmonella, Vibrio cholerae, Enterobacteriacea dan lain-lain.


Salah satu jenis keracunan yang sering terjadi pada jenis Ikan tongkol adalah keracunan histamin (scombroid fish poisoning) karena ikan jenis ini mengandung asam amino histidin yang dikontaminasi oleh bakteri dengan mengeluarkan enzim histidin dekarboksilase sehingga menghasilkan histamin.(*)


Reporter : Rudi Imelda
Editor : Dian Syahputra Pasi

Faktor Pemicu Keracunan Makanan di Sukabumi, Ternyata Bukan Semata-mata Karena Ikan Lisong Faktor Pemicu Keracunan Makanan di Sukabumi, Ternyata Bukan Semata-mata Karena Ikan Lisong Reviewed by Tatar Sukabumi on Sabtu, September 29, 2018 Rating: 5

Post AD

home ads