Header AD

Fakta di Balik Kecelakaan Maut Bus Pariwisata Cikidang yang Tewaskan 21 Orang

 
Kecelakaan Bus Pariwisata di Cikidang, Sukabumi (8/9/2018) - Isep Panji



TatarSukabumi.ID - Sejak kejadian, yang semula berjumlah 17 orang saat ini bertambah menjadi 23 orang dinyatakan tewas dalam kecelakaan maut Bus Pariwisata dengan Nomor Polisi B 7025 GSA.

Kejadian bermula saat rombongan dari wilayah Bogor, Jakarta, Bekasi tersebut mengadakan tur wisata menuju Arum Jeram di kawasan jalur Cikidang - Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (8/9/2018).

BACA JUGA : Kecelakaan Bus Pariwisata di Cikidang Tewaskan Puluhan Orang

Bus Rombongan terakhir tersebut akhirnya terjun ke jurang sedalam kurang lebih 25-30 meter di Tikungan Letter S, di Kampung Pajagan Desa Cijambe Kecamatan Cikidang Kabupaten Sukabumi

Fakta yang didapatkan TatarSukabumi.ID saat menemui AKBP Nasriadi di Lokasi Kejadian Perkara adalah sebagai berikut :

1. Kecelakaan diduga Akibat Sopir Kendaraan tidak Memahami Medan Jalan Cikidang - Palabuhanratu.

AKBP Nasriadi mengungkapkan kepada TatarSukabumi.ID bahwa kecelakaan yang menewaskan 20 orang ini diakibatkan karena Sopir kendaraan tersebut tidak memahami serta kurang mengetahui tentang medan jalan Cikidang - Palabuhanratu yang memang dikenal sebagai medan yang curam, banyak tikungan serta rawan kecelakaan.


"Kita masih menelaah apa penyebab kecelakaan tersebut, dari keterangan para saksi dan warga yang melihat kejadian tersebut, ini terjadi di Desa Bantarselang di Cikidang itu ada namanya Leter S yang sangat terjal turunannya," ucap AKBP Nasriadi,


"Seharusnya apabila bus menuruni turunan tersebut harus melakukan pengereman atau mungkin berganti gigi agar speednya berkurang, tapi dari keterangan warga bus tersebut tetap berjalan dengan kencang dan tidak sempat berbelok ke kiri dan langsung masuk ke dalam jurang," lanjut Kapolres Sukabumi.



2. Evakuasi dibantu Warga Setempat



Bus Pariwisata yang mengangkut 30 orang mengalami kecelakaan di Cikidang sekitar pukul 12.00 WIB, Sabtu (8/9/2018) Siang.


Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi saat setelah kejadian pun langsung menuju lokasi TKP.


Evakuasi korban kecelakaan pun dibantu oleh warga setempat, serta Bhabinsa Kodim Sukabumi.




"Sampai saat ini kita masih melakukan olah TKP, dan tadi dibantu juga oleh warga setempat, dibantu juga dari Bhabinsa dari Kodim, kita sudah mengevakuasi beberapa korban, baik yang meninggal dunia maupun yang luka-luka, rata-rata mereka luka berat"

BACA JUGA : Mobil Pengangkut Alat Berat Masih Melintang di Tengah Jalan Loji dan Belum di Evakuasi

3. Bus Terakhir Alami Kendala dan Tertinggal.


"Ini adalah satu rombongan, dari keterangan adalah satu rombongan Dealer, dari Bogor maupun Bekasi, mereka berkumpul di Lido, bersama-sama 4 bus menuju ke salah satu wisata arung jeram yang ada di Cikidang tersebut," ucap AKBP Nasriadi, (8/9/2018).


Rombongan pariwisata tersebut berangkat dari Lido menuju Arung jeram di Cikidang namun 1 bus rombongan tertinggal karena alami kendala.


 "3 bus (yang lain) sudah sampai di tujuan, sedangkan 1 bus karena sering terjadi kendala, mereka agak sedikit lamban dan akhirnya masuk ke jurang," tutur Kapolres Sukabumi.


Evakuasi Korban Kecelakaan Bus Pariwisata di Cikidang, Sukabumi (8/9/2018) / Isep Panji

4. Overload / Kelebihan Penumpang.

Hasil olah Tempat Kejadian Perkara sementara serta pencocokan data dengan rumah sakit rujukan tempat korban kecelakaan dilarikan menghasilkan temuan. 


Tidak hanya sopir kendaraan yang diduga lalai serta tidak memahami medan lokasi jalur Cikidang - Palabuhanratu, penumpang yang diangkut juga diduga overload.


Hal itu kembali dikatakan oleh AKBP Nasriadi di tempat kejadian perkara.

 
"Manifes yang kami terima sekitar 26 orang, tetapi data di lapangan baik itu data di tkp maupun data di beberapa Rumah Sakit yang kita rujuk itu ada sekitar 30 orang, jadi ada overlap sekitar 9 orang.," tegas Kapolres Sukabumi.




5. Olah TKP Dibantu Oleh Tim Road Accident Recue-Traffic Accident Analysis (RAR-TAA) Polda Jabar.


"Saat ini masih di TKP untuk mengevakuasi bus yang ringsek tersebut sampai menunggu bantuan dari crane maupun derek, kami pun akan dibantu oleh backup Tim Road Accident Recue-Traffic Accident Analysis (RAR-TAA) Polda Jabar." ucap Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi.


6. Tersangka dan Sopir


"Kita masih menganalisa siapa supir bus tersebut, apakah supir bus tersebut adalah bagian dari korban yang meninggal dunia atau korban yang selamat," tutur AKBP Nasriadi.


"Tetapi tadi dari hasil evakuasi ada kita mendapatkan sesosok mayat yang posisinya berdekatan dengan stir atau posisinya di depan, apakah yang bersangkutan adalah supir bus atau bukan, sambil kita juga menyambung informasi kepada si pemilik atau perusahaan bus tersebut yaitu bus Trans Jakarta Wisata Transport," tegas Kapolres Sukabumi.



7. KIR yang Terpasang Berlaku Sampai 2016.


"Kalau dilihat dari hasil KIR nya yang masih tertempel di Body nya, KIR yang terakhir itu masa berlaku sampai 2016 sedangkan ini sudah 2018, jadi ada 2 tahun KIR nya tidak di urus, apakah itu KIR lama atau ada KIR baru, kita masih mencari informasi dengan perusahaan bus tersebut,"

Hingga saat berita ini ditayangkan, Kepolisian tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai kejadian kecelakaan Bus Pariwisata di Cikidang yang menewaskan 23 orang tersebut.

Reporter : Isep Panji
Editor : Ardi Kusuma



(*)
Fakta di Balik Kecelakaan Maut Bus Pariwisata Cikidang yang Tewaskan 21 Orang Fakta di Balik Kecelakaan Maut Bus Pariwisata Cikidang yang Tewaskan 21 Orang Reviewed by Tatar Sukabumi on Sabtu, September 08, 2018 Rating: 5

Post AD

home ads