Header AD

Babi Hutan Menyerang Sawah dan Kebun Milik Warga di Kabandungan, Kabupaten Sukabumi

Warga Kabandungan, Kabupaten Sukabumi menunjukan lokasi perkebunan yang dirusak hama Babi Hutan, Minggu (9/9/2018) - Asep M-Rhe

TatarSukabumi.ID - Para Petani di Kampung Cisalimar, Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Sukabumi mengeluhkan adanya serangan babi hutan akhir-akhir ini.

Pasalnya banyak babi hutan yang memasuki sawah milik warga merusak sayuran dan panen warga.

Pepen, salah satu petani sayur di Kampung Cisalimar  menuturkan, akhir-akhir ini serangan babi hutan sudah menyerang perkebunan warga. Baik tanaman sayuran, singkong, sawah dan lainnya.

BACA JUGA : Wisatawan Cantik Asal Belanda Gunakan Busana Sunda di Pasar Destinasi Digital Cikundul

"Hampir siang dan malam, babi hutan merusak kebun warga, kawanan babi bahkan sudah masuk perkampungan warga," terangnya kepada TatarSukabumi.ID, saat ditemui di kebun sayur miliknya, Minggu (9/9/2018).

Selain sayuran tanaman singkong, pisang dan sawah menjadi sasaran hama babi hutan.

Warga Kabandungan, Kabupaten Sukabumi menunjukan lokasi perkebunan yang dirusak hama Babi Hutan, Minggu (9/9/2018) - Asep M-Rhe

Menurutnya, selain memakan hasil tanaman, babi hutan juga mencari cacing, termasuk yang berada di sawah.

"Banyak sawah yang menjadi sasaran Babi Hutan, keadaaan babi hutan merusak pematang sawah untuk mencari cacing," ucap Pepen.

BACA JUGA : Warga Penasaran Dengan Lokasi Kecelakaan Maut Bus Pariwisata di Cikidang

Untuk mengurangi serangan hama babi agar tidak berdampak pada kerugian yang semakin besar, warga terpaksa harus menjaga kebun hingga malam hari.

"Untuk mengusir hama babi, saya dan istri terpaksa harus bermalam di saung kebun, kakau ga begini kebun akan semakin dirusak babi," imbuh Pepen.

Hingga saat ini, serangan babi hutan belum dapat diantisipasi.

Warga Kabandungan, Kabupaten Sukabumi menunjukan lokasi perkebunan yang dirusak hama Babi Hutan, Minggu (9/9/2018) - Asep M-Rhe

Bahkan, terdapat beberapa lahan warga habis diserang hama babi hutan.

BACA JUGA : 21 Orang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Bus di Cikidang Dapat Santunan dan Jaminan

Padahal untuk kebutuhan sehari-hari, sebagian besar warga di kampung ini bergantung pada hasil pertanian.

"Warga di sini rata-rata bekerja sebagai petani. Makanya, hasil panen ini menjadi tumpuan untuk kebutuhan sehari-hari," ujar Pepen melanjutkan.

Kondisi ini dikeluhkan juga warga lainya, Darjat yang menjelaskan bahwa serangan babi hutan saat ini sudah sangat meresahkan warga.

"Banyak kebun warga dijarah babi hutan, warga alami kerugian dan keresahaan. Tanaman talas, pisang semua habis, pematang sawah juga rusak," ucap Darjat, kepada TatarSukabumi. ID, Minggu (9/9/2018)

Menurutnya, banyaknya serangan babi hutan ini lantaran dampak ekosistem yang mulai terganggu.

BACA JUGA : Penggiat Media Sosial dan Wisata, Dedi Suhendra Angkat Bicara Tentang Pasar Destinasi Digital Cikundul

"Babi hutan sudah mulai kesulitan mencari makanan di hutan sehingga mereka masuk ke perkebunan warga," lanjut Darjat.

Darjat juga mengira bahwa tingginya jumlah populasi babi hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) adalah salah satu penyebab kejadian tersebut.

"Kalau di tempat mereka tinggal sudah tidak ada makanan kemudian menyerang perkebunan warga, mungkin juga karena jumlah populasi yang tinggi," imbuh Darjat.

Pantaun TatarSukabumi.ID, upaya pencegahan yang dilajukan warga baru sebatas melakukan perburuan dengan membawa anjing peliharaan, perburuan dilakukan di luar kawasan TNGHS.

Reporter : Asep M-Rhe
Editor : Ardi Kusuma.

(*)

Babi Hutan Menyerang Sawah dan Kebun Milik Warga di Kabandungan, Kabupaten Sukabumi Babi Hutan Menyerang Sawah dan Kebun Milik Warga di Kabandungan, Kabupaten Sukabumi Reviewed by Tatar Sukabumi on Minggu, September 09, 2018 Rating: 5

Post AD

home ads