Header AD

Khawatir Terjadi Wabah Kaki Gajah, Dinkes Lakukan Survei Darah Jari di Sukabumi

TatarSukabumi.ID - Tim kesehatan Puskesmas Simpenan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi bergerak melakukan survei endemisitas penyakit sekaligus melakukan penyuluhan dan edukasi bagi masyarakat Kampung Mulyajaya RT 01 / RW 03 Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa [28/08/2018].


Hal ini dilakukan setelah mencuat pemberitaan salah seorang warga setempat yang mengalami Filariasis atau biasa di sebut penyakit Kaki Gajah.


BACA JUGA : Warga Sukabumi Divonis Mengidap Penyakit Kaki Gajah Tidak Berobat Akibat Tidak Mampu


Dalam kegiatan ini dilakukan juga pemeriksaan SDJ (survei darah jari) dengan target  500 slide dari seluruh masyarakat yang berada di sekitar wilayah penderita, guna memastikan penularan Filariasis kepada warga sekitar yang salah satu penyebarannya disebabkan oleh spesies nyamuk.



Programmer filariasis Puskesmas Simpenan, Ibing Rianto kepada TatarSukabumi.ID menjelaskan, " Kegiatan ini di laksanakan karena diduga sebelumnya ada laporan dari Dinkes PMI kota Bogor, "Bahwa ada salah satu warga yang berasal dari Desa Cihaur, diduga mengalami gejala klinis dan keadaan fisiologis mengarah ke penderita filariasis" ujar Ibing Rianto, Selasa [28/8/2018].


BACA JUGA : Tidak Bisa Berobat, Penyandang Kaki Gajah di Sukabumi Minta Bantuan Dinkes


Dengan kegiatan ini diharapkan masyarakat sekitar bisa memahami bagai mana cara penularan serta gejala klinis penyakit kaki gajah dan sekaligus tau cara pencegahan supaya tidak terjangkit penyakit kaki gajah, "Dikarenakan atas nama tersebut berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Simpenan, maka kami tim kesehatan UPTD Puskesmas Simpenan melakukan fungsi Puskesmas, yaitu promotif kegiatannya melakukan penyuluhan dan edukasi terhadap masyarakat disekitar penderita, supaya masyarakat tau dan faham akan tanda serta gejala penyakit Kaki Gajah," jelas Ibing.


Tindakan lain yang dilakukan merupakan upaya preventif dengan sistem screening survei endemisitas di lokasi terduga penderita kaki gajah dengan target seluruh masyarakat yang berada di wilayah penderita.


BACA JUGA : Kakak Beradik Terlibat Kecelakaan Maut di Kadulawang Sukabumi


Target pemeriksaan SDJ (survei darah jari) 500 slide, dan apabila ada yang diduga terjangkit maka selanjutnya akan dilakukan tindakan rehabilitatif serta memantau penderita dan memberikan pengobatan kepada warga masyarakat yang positif secara pemeriksaan laboratorium, "hasil dari pengambilan darah yang positif akan ditindak lanjuti dengan pengobatan," jelas Ibing.


"Maka dari itu kami Tim Puskesmas dan Dinas kesehatan Kabupaten Sukabumi bergerak melakukan survei endemisitas kasus filariasis agar tidak  terjadi penularan kepada warga setempat dan mengganggu kesehatan masyarakat, di karenakan konsep penyakit menular ada penderita Agent penyakit, Host (manusia),  enviroment (lingkungan), dan yang mendukung terhadap penularan vektor penyakit kaki gajah yang ditularkan oleh berbagai spesies nyamuk," pungkas nya.(*)


Reporter : Rudi Imelda
Editor : Dian Syahputra Pasi

Khawatir Terjadi Wabah Kaki Gajah, Dinkes Lakukan Survei Darah Jari di Sukabumi Khawatir Terjadi Wabah Kaki Gajah, Dinkes Lakukan Survei Darah Jari di Sukabumi Reviewed by Tatar Sukabumi on Rabu, Agustus 29, 2018 Rating: 5

Post AD

home ads