Header AD

7 Keunikan Gerhana 28 Juli 2018, Hujan Meteor, Bersanding dengan Mars Hingga Warna Merah Membalut Biru Paras Bulan

TatarSukabumi.ID - Fenomena Gerhana Bulan Total yang terjadi sepanjang dinihari hingga pagi ini merupakan fenomena yang sangat istimewa, Sabtu (28/07/18).

Berikut 7 hal yang berhasil dirangkum TatarSukabumi.ID yang menjadikan fenomena GBT ini menjadi istimewa dan unik.

BACA JUGA : Gerhana Bulan Total Dini Hari Nanti, Kemenag Intruksikan Hal Ini

1. Gerhana Bulan terlama pada abad 21

Dengan durasi gerhana secara keseluruhan mencapai 6 jam 14 menit, GBT ini juga disebut Blood Moon terpanjang diabad ini, gerhana serupa akan kita jumpai lebih 100 tahun mendatang,  diperkirakan kita akan menemui gerhana bulan total dengan durasi yang sama  pada 9 Juni 2123 mendatang.

2. Gerhana Minimoon

Berbeda dengan gerhana bulan sebelumnya yang disebut Supermoon, GBT kali ini disebut Minimoon artinya Bulan kelihatan lebih kecil karena bulan berada di titik terjauh dengan bumi (titik Apogee) kebalikan dari Supermoon.

3. Gerhana Bulan Total berwarna Merah Darah

Warna yang terlihat muncul berwarna merah darah tidak akan terjadi saat gerhana bulan sebagian, hanya digerhana bulan total, hal inilah yang membuat gerhana bulan total disebut blood moon ini terjadi karena atmosfer Bumi membiaskan cahaya dari Matahari.

BACA JUGA : Pesan Berantai Bahaya Radiasi Gerhana Bulan Adalah Hoak

Cahaya Matahari tertutup sempurna oleh Bumi saat GBT namun atmosfer Bumi tetap membiaskan cahaya merah yang datang dari matahari sehingga bulan berwarna merah dan tidak gelap.

Selain itu, Bulan memiliki lapisan debu ultra halus di atmosfernya, yang memberikan efek pemantulan cahaya pembiasan matahari dari atmosfer Bumi sehingga di gerhana bulan total warna bulan makin memerah.

4. Warna Merah membalut Warna Bulan yang Kebiruan

Seperti biasanya gerhana bulan total identik dengan warna merah darah namun GBT kali ini cukup istimewa, karena terdapat warna biru diparas bulan akibat hamburan cahaya matahari oleh molekul - molekul ozon.

5. Gerhana berbarengan Hujan Meteor

Ketika berlangsungnya gerhana bulan total, ternyata juga diselingi fenomena hujan meteor, beberapa area mengalami puncak (hujan meteor) seperti Southern Delta Aquarius (sekitar 20 meteor per jam) dan Piscic Austrinis (sekitar lima meteor per jam).

BACA JUGA : 7 Fenomena Luar Angkasa Sepanjang Bulan Juli 2018

6. Bulan bersandingan dengan Planet Mars

Fakta menarik selanjutnya adalah kita bisa melihat Planet Mars bersamaan dengan momen gerhana ini.

Saat bulan mengalami gerhana, di samping kiri bulan ada satu titik terang berwarna kemerahan yang dinamakan Planet Mars yang berada pada posisi terdekat dengan bumi dalam 15 tahun terakhir, sehingga lebih mudah terlihat dari bumi.

7. Gerhana bisa dinikmati di Seluruh Indonesia

Seluruh wilayah di Indonesia dengan cuaca cerah, terlebih musim kemarau hingga kecil kemungkinan tertutup awan sehingga bisa menikmati fenomena GBT ini.

Namun bagian akhir gerhana tak bisa dinikmati sebagian besar wilayah Indonesia seperti Kalimantan, sebagian besar pulau Jawa (makin ke barat pulau Jawa, durasi gerhana bulan total makin panjang), Bali, Lombok, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Hal ini disebabkan karena Bulan telah lebih dahulu terbenam.

Itulah 7 hal fenomena unik Gerhana Bulan Total 28 Juli 2018 yang berhasil dirangkum TatarSukabumi.ID .(*)

Penulis : Rudi Imelda
Editor : Dian Syahputra Pasi

7 Keunikan Gerhana 28 Juli 2018, Hujan Meteor, Bersanding dengan Mars Hingga Warna Merah Membalut Biru Paras Bulan 7 Keunikan Gerhana 28 Juli 2018, Hujan Meteor, Bersanding dengan Mars Hingga Warna Merah Membalut Biru Paras Bulan Reviewed by TatarSukabumi.ID on Sabtu, Juli 28, 2018 Rating: 5

Post AD

home ads