Header AD

Pasca Ricuh Buruh CV BAS Cikembar, Gabungan Serikat Buruh Indonesia Ancam Gelar Aksi


TatarSukabumi.ID - Kericuhan hingga bentrok terjadi antara Petugas Keamanan dengan massa Karyawan CV Berkah Alam Saribumi (BAS), Senin [28/5/2018].

Bentrok yang terjadi tepat didepan pintu gerbang Kantor Perusahaan CV. BAS di Kampung Bungur Pandak, Desa Bojong Kaler, Kecamatan Cikembar, Sukabumi - Jawa Barat, mengakibatkan korban luka luka dari kedua belah pihak.

BACA JUGA : Tembakan Gas Air Mata dan Lemparan Batu, Buruh Bentrok dengan Pengamanan di Cikembar Sukabumi

Dadeng Nazaruddin Pengurus Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) Kabupaten Sukabumi ikut prihatin atas terjadinya bentrok antara massa aksi buruh CV. BAS dengan aparat keamanan hingga menimbulkan korban di kedua belah pihak.

Dadeng Nazarudin selaku aktivis buruh Sukabumi angkat bicara, "Aksi yang dilakukan para buruh  sangatlah dapat di pahami karena menuntut haknya, yaitu gaji dua bulan yang belum dibayarkan, sementara pihak perusahaan hingga saat ini selalu menjanjikan tanpa ada kepastian merealisasikan kewajiban membayar gaji," ujar Dadeng kepada TatarSukabumi.ID, Senin [28/5/2018].


Menurut Dadeng, saat ini upaya penyelesaian hanya dilakukan oleh pihak Kepolisian dan TNI saja yang nota bene bukan ranahnya dalam menyelesaikan perselisihan ketenagakerjaan, "Ada pihak yang harusnya lebih bertanggung jawab dari awal yaitu pihak Disnakertrans Kabupaten Sukabumi dan Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa barat," ungkap Dadeng.

BACA JUGA : Pasca Bentrok Buruh dan Petugas Keamanan, Seperti Ini Penjelasan Kapolres Sukabumi

"Sedangkan aturan perusahan yang mempekerjakan buruh disitu ada kewajiban perusahaan membuat ijin penggunaan tenaga kerja dan wajib laporkan ke pihak Ketenagakerjaan. Berikut perijinan lainnya, kok bisa perusahaan hanya berbentuk CV bisa menampung tenaga kerja sampai 600 orang, hebatnya lagi oknum perusahaan tanpa ada ijin bisa melakukan operasional perusahaan hingga 3 bulan, Kemana pemerintah kita, bagaimana perlindungan terhadap para buruhnya," ungkap Dadeng merasa miris dengan kondisi nasib buruh di Sukabumi.

"Kami berharap pihak pemerintah segera mengambil tindakan dan melindungi rakyat yang menjadi buruh di CV.BAS. Apabila pihak pemerintah belum mengambil tindakan penyelesaian dan tidak melindungi hak-hak para buruh CV. BAS maka kami GSBI akan ikut aksi bersama kawan-kawan buruh CV.BAS meminta penyelesaian dan perlindungan  terhadap Bupati Sukabumi," tegas Dadeng Nazarudin.(*)

Reporter : Rapik Utama / Editor : Dian Syahputra Pasi

Pasca Ricuh Buruh CV BAS Cikembar, Gabungan Serikat Buruh Indonesia Ancam Gelar Aksi Pasca Ricuh Buruh CV BAS Cikembar, Gabungan Serikat Buruh Indonesia Ancam Gelar Aksi Reviewed by TatarSukabumi.ID on Senin, Mei 28, 2018 Rating: 5

Post AD

home ads