Gas Elpiji Subsidi Langka di Sukabumi, Ternyata Ini Penyebabnya, Ardiana : Kita Laporkan Jika Ada Agen Nakal

Selasa, 31 Maret 2020 - 12:57 WIB
Gas Elpiji Subsidi Langka di Sukabumi, Ternyata Ini Penyebabnya, Ardiana : Kita Laporkan Jika Ada Agen Nakal
Gas Elpiji Subsidi Langka di Sukabumi, Ternyata Ini Penyebabnya, Ardiana : Kita Laporkan Jika Ada Agen Nakal

TatarSukabumi.ID - Kelangkaan Gas Elpiji tabung 3 Kilogram bersubsidi mulai dirasakan sejumlah warga di berapa wilayah Kabupaten Sukabumi.

Hal ini terjadi sejak Senin (30/3) kemarin, kelangkaan gas 3 KG terparah terjadi di wilayah bagian Utara Kabupaten Sukabumi.

Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DPK-UKM) Kabupaten Sukabumi Ardiana Trisnawiana.

"Yang terjadi langka cukup signifikan terjadi di Cidahu dan Cicurug," kata Ardiana, Selasa (31/3).

BACA JUGA : Perekonomian Masyarakat Imbas Corona, PPP Desak Pembentukan Pengawas Covid-19 DPRD Kabupaten Sukabumi

Lebih jauh Kadis Perdagangan Koperasi dan UKM menyatakan saat ini jumlah suplai gas bersubsidi dari pemerintah tidak sebanding dengan kebutuhan gas yang cukup tinggi dimasyarakat akibat sejumlah faktor.

"Hari ini kelangkaan gas bukan karena semata kurangnya pasokan, namun karena sudah terjadinya mudik awal, dan faktor warga yang berada lebih banyak di rumah, sehingga mereka memperoleh kebutuhan makanan dengan memasak, otomatis volume penggunaan gas lebih besar dari biasa," jelas Ardiana.

Menindak lanjuti kelangkaan gas melon di masyarakat, DPK - UKM Kabupaten Sukabumi tengah melakukan upaya mengajukan penambahan suplai ke Pertamina.

"Kita sudah minta pertamina melakukan penambahan 200 persen kuota pasokan gas elpiji di Sukabumi, jadi ditambah 2 kali lipat dari biasanya," jelas Ardiana.

BACA JUGA : Fahmi Tegaskan Kondisi Kota Sukabumi Sebenarnya Setelah RK Sebut Hasil Rapid Test Corona

Disinggung awak media, apakah dengan kelangkaan gas elpiji ini nantinya akan berpengaruh pada kenaikan nilai jual gas 3 Kilogram di lapangan.

Ardiana memastikan hal tersebut tidak akan terjadi, "Untuk harga pasaran gas subsidi masih stabil, karena ada harga eceran tertinggi (HET)," jelas Dia.

"Hari ini kita juga sudah turun ke lapangan memantau, memang kita belum menemukan ada penimbunan barang, walau memang kondisi hari ini kebutuhan lebih banyak dari gas yang tersedia," sambung Ardiana.

Dengan kondisi kebutuhan gas elpiji yang cukup tinggi di masyarakat, Ardiana menghimbau kepada agen untuk tidak menimbun maupun menaikan harga.

"Kita akan melaporkan apabila ada agen agen nakal, terlebih sanksi pertamina lebih berat," tegasnya.(*)