Temu Mayat di Cibadak, Harun Alrasyid : Korban Meninggal Sakit Jantung Tidak Terindikasi Covid-19

Jumat, 27 Maret 2020 - 22:22 WIB
Temu Mayat di Cibadak, Harun Alrasyid : Korban Meninggal Sakit Jantung Tidak Terindikasi Covid-19
Temu Mayat di Cibadak, Harun Alrasyid : Korban Meninggal Sakit Jantung Tidak Terindikasi Covid-19

TatarSukabumi.ID - Seorang pria ditemukan terbujur kaku di emperan pertokoan Pusat Kota Cibadak Sukabumi.

Pria tanpa identitas ini ditemukan warga sekitar dengan kondisi meninggal dunia sekira pukul 03.00 WIB dini hari Jumat (26/3) tadi.

Hal ini sempat membuat geger warga di sekitar jalan Suryakencana Cibadak Kabupaten Sukabumi - Jawa Barat.

Ditengah isu Covid-19, kejadian ini sempat menjadi teka teki masyarakat, apakah penyebab kematian pria yang hingga saat ini belum terungkap identitasnya.

BACA JUGA : Pemutakhiran Data Kasus Covid-19 di Sukabumi

"Kami cukup was-was, ditengah isu corona ada kejadian seperti ini, semoga ada penjelasan dari pihak terkait," ungkap Isep (53) warga di sekitar lokasi temu jenazah, Jumat (27/3).

Menindak lanjuti hal ini, agar tidak menjadi isu di kalangan masyarakat, Harun Alrasyid selaku Jubir Gugus Tugas Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Sukabumi kepada awak media angkat suara.

"Terkait informasi ada yang meninggal dunia mendadak di lesehan komplek pertokoan Cibadak adalah benar adanya.

"Jenazah telah dibawa ke RSUD Sekarwangi untuk dilakukan pemeriksaan.

"Hasil pemeriksaan korban meninggal akibat sakit jantung, dan dipastikan tidak terindikasi Covid-19," beber Harun dalam rilis resmi yang dikeluarkan Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Sukabumi.

BACA JUGA : Pemkab Mulai Berlakukan Pemeriksaan dan Sterilisasi Akses Masuk Sukabumi, Cek Waktu dan Teknisnya

Dengan pengungkapan penyebab kematian korban ini, Harun meminta masyarakat untuk tidak perlu khawatir dan tidak mengaitkan seluruh kejadian dengan isu Covid-19.

Lebih jauh Harun meminta agar masyarakat untuk tidak cepat menerima berita yang belum pasti kebenarannya.

"Apabila belum jelas kebenarannya, jangan dulu ditelan mentah-mentah, apalagi di share-kan jangan sampai menjadi berita hoak." tukasnya.(*)