Loading...

Kondisi Terkini Korban Pembacokan Putera Dankih Nuklir

Selasa, 04 Februari 2020 - 20:19 WIB
Kondisi Terkini Korban Pembacokan Putera Dankih Nuklir
Kondisi Terkini Korban Pembacokan Putera Dankih Nuklir

TatarSukabumi.ID - Korban pembacokan oleh sejumlah orang tak dikenal yang terjadi pada pukul 1.30 WIB dinihari tadi masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUD R Syamsudin SH (Bunut).

Hingga pukul 19.00 WIB malam ini, puluhan masyarakat terus berdatangan membanjiri kawasan Rumah Sakit Bunut sebagai aksi bela sungkawa atas peristiwa kekerasan ini.

Diketahui sebelumnya Berlian Nata Sindu (20) yang merupakan putera dari salah seorang tokoh besar Sukabumi, Dankih As Nuklir yang sempat menjadi calon Wakil Walikota Sukabumi di Pilkada 2013 silam mendapat serangan brutal oleh sejumlah orang tak dikenal.

Hingga malam ini, Berlian telah menjalani 2 kali tindakan operasi oleh tim medis atas 5 luka menganga pada bagian kepala, badan dan kaki korban.

BACA JUGA : Brutal! Warga Benteng Sukabumi Terkapar Dengan 5 Luka Bacok Diduga Oleh Geng Motor

Dari pantauan TatarSukabumi.ID, malam ini orang nomor satu di Kota Sukabumi, Achmad Fahmi nampak menyambangi Korban di RSUD R Syamsudin.

Tidak hanya Walikota Sukabumi, sebelumnya sejumlah tokoh, petinggi, dan sejumlah Anggota DPRD Kota Sukabumi turut menjenguk putera Dankih Nuklir.

Mellan Maulana Anggota Komisi I DPRD Kota Sukabumi Fraksi Partai Gerindra kepada TatarSukabumi.ID menyatakan mengecam atas tindak kekerasan yang menimpa putera dari Dankih yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) Pemuda Pancasila Sukabumi.

BACA JUGA : Antisipasi Tindak Pidana Korupsi, APH dan APIP Kumpulkan 381 Kades di Sukabumi

"Kami mengutuk segala bentuk kekerasan di Sukabumi. Saya sangat berduka terhadap kejadian yang akhir akhir ini terjadi di Sukabumi yang bisa disebut kejahatan jalanan.

"Ini merupakan gejala sosial yang menjadi tanggung jawab kita semua baik pemerintah maupun seluruh elemen masyarakat, atas kejadian ini khususnya pemerintah harus lebih intens dalam menghadapi fenomena ini," ungkap Mellan, Selasa (4/2).

Halaman Selanjutnya >>>>