Loading...

Banjir Lumpur Terjang Ruas Jalan Sukabumi - Palabuanratu

Sabtu, 25 Januari 2020 - 06:10 WIB
Banjir Lumpur Terjang Ruas Jalan Sukabumi - Palabuanratu
Banjir Lumpur Terjang Ruas Jalan Sukabumi - Palabuanratu

TatarSukabumi.ID - Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Bantargadung mengakibatkan banjir lumpur di ruas jalan Nasional III Palabuhanratu.

Banjir disertai lumpur tanah setebal kurang lebih 15 cm ini terjadi di kawasan Kampung Lembursitu RT 003 / RW. 006, Desa / Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, sejak pukul 16.00 WIB,  Jumat (24/01/20) sore kemarin.

Hal ini mengakibatkan arus lalulintas Palabuhanratu - Sukabumi maupun sebaliknya terganggu.

BACA JUGA : Inilah Pasangan Calon Bupati Sukabumi Yang Akan Bertarung di Pilkada 2020 Melalui Jalur Independen

Sejumlah insiden terjadi pada pengguna roda dua yang terjatuh akibat kondisi jalan licin, serta mengakibatkan kemacetan dengan antrian kendaraan hingga mencapai 1 KM dari kedua arah.

Sekdes Bantargadung, Ega Permana, kepada TatarSukabumi.ID mengaku banjir disertai lumpur baru pertama kali terjadi diwilayahnya, hal ini diduga dampak dari pembangunan proyek perumahan di wilayah Bantargadung.

Masih kata Sekdes, luapan air dan lumpur sepertinya berasal dari tanah yang terbawa air hujan dari pembangunan Perumahan, akibat saluran drainase yang menyempit.

"Atas Nama pemerintah desa saya berharap pengembang tolong untuk saluran drainasenya dikerjakan terlebih dahulu sebelum pekerjaan cut and fill.

"Bukan hanya mengakibatkan banjir, ada yang lebih parah atas insiden ini,  tanah cut and fill tersebut berdampak pada permukiman warga atas nama Barkah warga Kampung Pasapen Lembursitu RT. 003 / RW006," jelas Ega.

BACA JUGA : Dua Ribu Orang Dengan Gangguan Jiwa di Sukabumi, KPU : Mereka Berhak Mendapat Hak Suara di Pilkada 2020

Masih kata Ega, Pemerintahan Desa Bantargadung telah mengkoordinasikan insiden tersebut ke humas developer perumahan.

Hingga malam ini, terpantau alat berat milik pengembang perumahan diturunkan untuk mengeruk lumpur yang menimbun jalan.

"Sampai sekarang jam 12 malam, pihak perusahaan (developer) masih siaga. Saya sudah bilang ke pimpinan proyeknya bagaimana caranya jalan ini lumpurnya harus hilang, dan kondisi jalan bersih tanpa lumpur agar tidak mengganggu pengguna jalan juga menimbulkan kecelakaan." pungkasnya.(*)