Perangi Rentenir dan Bank Emok, MUI Kabupaten Sukabumi Siap Bahas Fatwa Larangan

Kamis, 05 Desember 2019 - 13:57 WIB
Perangi Rentenir dan Bank Emok, MUI Kabupaten Sukabumi Siap Bahas Fatwa Larangan
Perangi Rentenir dan Bank Emok, MUI Kabupaten Sukabumi Siap Bahas Fatwa Larangan
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi tolak tegas praktek peminjaman uang secara ilegal (rentenir) di Sukabumi.

Hal ini diungkap Ketua MUI Kabupaten Sukabumi KH. Oman Komarudin menanggapi maraknya praktek rentenir, Koperasi berdalih syariah yang mencekik masyarakat, hingga Bank Emok yang belakangan ini menuai banyak sorotan dari berbagai kalangan.

"Kami jelas menolak keberadaan rentenir, apalagi merespon dan menerima keberadaannya, lantaran jelas menurut ajaran agama Islam bahwa rentenir dan sejenisnya diharamkan" tegas KH. Oman Komarudin, Rabu (4/12).

BACA JUGA : Fakta! Perangi Rentenir dan Bank Keliling BUMDes di Cibadak Kasih Pinjam Uang Dengan Aset 1,6 Milyar

Lebih jauh Ketua MUI memastikan, Pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi untuk membahas sekaligus mencari solusi penanganan maraknya praktek riba di Sukabumi.

"Salah satu permasalahannya bagaimana mengupayakan pinjaman lunak kepada masyarakat dengan suku bunga  pinjaman tidak terlalu besar.

"Kalau yang saya dengar rentenir itu suku bunganya sangat tinggi, baru saja mendapat pinjaman harus mengeluarkannya kembali," jelasnya.

Selain itu, MUI akan lebih memberikan pemahaman serta menumbuh kembangkan kesadaran kepada peminjam Bank Emok.

BACA JUGA : Rumah di Bumi Pakuon Regency Amblas Tergerus Longsor

Disinggung awak media apakah MUI akan mengeluarkan fatwa untuk memerangi peredaran rentenir di Sukabumi, KH Oman angkat suara.

"Untuk mengeluarkan fatwa, MUI Kabupaten Sukabumi belum bisa mengeluarkan, lantaran harus berembuk dulu dengan komisi fatwa" tuturnya.

Hal ini dilakukan mengingat pemerintah belum mampu mengatasi keberadaan rentenir dengan memberi solusi kongkrit kepada masyarakat.

"Lantaran melarang itu harus ada penggantinya, kalau memang situasi dan kondisinya sudah tidak ada solusi, maka MUI tanpa bisa di tawar lagi harga mati akan mengeluarkan Fatwa,"

MUI menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dengan pinjaman rentenir. harus berpikir jauh bahaya kedepannya," tegasnya.(*)