Loading...

Kawanan Monyet Serang Pemukiman Warga Kabandungan, Diduga Sengaja Dilepas

Kamis, 03 Oktober 2019 - 10:59 WIB
Kawanan Monyet Serang Pemukiman Warga Kabandungan, Diduga Sengaja Dilepas
Kawanan Monyet Serang Pemukiman Warga Kabandungan, Diduga Sengaja Dilepas

TatarSukabumi.ID - Warga Kampung Sawah, Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi dalam sepekan terakhir merasa terusik dengan ulah kawanan monyet yang merusak kebun warga sekitar.

Warga mulai gerah, pasalnya hampir setiap hari, kawanan monyet liar ini menyebar di kebun-kebun warga untuk mencari makan.

Tidak hanya merusak tanaman kebun, gerombolan primata jenis ekor panjang ini mulai berani merangsak masuk pemukiman warga.

"Setiap hari, monyet yang jumlahnya puluhan cari makan ke kebun atau sawah bahkan sekarang mulai berani masuk dapur,"

"Kalau ke halaman rumah ngambil buah buahan sudah biasa, kelapa dan buah lain sekarang malah bersarang d kebun bambu, tanaman warga sudah gak aman," kata Supriyatna warga sekitar, Kamis (3/10/2019).

BACA JUGA : Arist Merdeka Sirait : Sejak Kasus Emon Kejahatan Seksual di Sukabumi Terus Meningkat

Masyarakat minta pihak berwenang untuk segera mengambil langkah untuk menangani kawanan monyet yang meresahkan warga.

"Ya, memang jumlahnya puluhan, sarangnya di kawasan rumpun Bambu Kampung Sawah dan Kampung Kebongenep. Harapan warga, monyet monyet ini segera dipindahken ke habitatnya," pinta Supriatna.

Sementara itu, Kepala Resort Gunung Kendeng, Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Yusril, membenarkan pihaknya telah mendapat laporan atas gangguan monyet di pemukiman warga.

"Kami sudah mendapat laporan dari warga  ada kawanan monyet masuk pemukiman," kata Yusril kepada TatarSukabumi.ID.

BACA JUGA : Mahasiswa Tuding DPRD Perda Nol Persen Alkohol di Sukabumi Minim Pengawasan

Namun menurut Yusril, dari pantauan sementara dilapangan, kawanan monyet liar yang melakukan aktivitas disekitar pemukiman warga bukan jenis primata endemik (asli) dari TNGHS.

"Jenis monyet ekor panjang belum pernah kita temukan selama monitoring atau survey potensi keanekaragaman hayati disekitar Gunung Kendeng,"

"Kemungkinan ada yang sengaja melepas monyet ekor panjang ke hutan, dan akhirnya berkembang Biak dan menyerang pemukiman warga," jelasnya. (*)