Diduga Akibat Tambang Galian Pasir Warga Titisan Sukalarang Krisis Air Bersih

Kamis, 05 September 2019 - 00:00 WIB

Diduga Akibat Tambang Galian Pasir Warga Titisan Sukalarang Krisis Air Bersih
Diduga Akibat Tambang Galian Pasir Warga Titisan Sukalarang Krisis Air Bersih
Banner Dalam Artikel



TatarSukabumi.ID - Sedikitnya 342 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah keseluruhan 829 jiwa warga Kampung Cimanggu, Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi mengalami krisis air bersih.


Sejumlah sumur warga nyaris tidak bisa dimanfaatkan kering kerontang, hal ini diduga disebabkan aktivitas tambang galian pasir di wilayah Sukalarang.


Pasalnya, lobang tambang galian pasir memiliki kedalaman yang lebih dalam puluhan meter ketimbang sumur milik warga, kondisi kekeringan seolah menjadi peristiwa rutin yang berlangsung bertahun-tahun semenjak adanya aktivitas penambangan pasir.


BACA JUGA : Akibat Kecanduan Judi Online Warga Baros Sukabumi Tipu dan Jual Mobil Calon Nasabah Bank


Hal ini diungkap Penjabat Sementara Kepala Desa Titisan, Ujang Nenda,  lebih jauh Dia mengatakan, wilayah yang terdampak cukup parah berada di sekitar dekat lokasi penambangan pasir sedangkan untuk wilayah lain di Desa Titisan masih tergolong dalam kategori aman.


"Lokasi penambangan pasir terlalu dalam pengerukanya sehingga ketika musim kemarau datang sumur warga mengering," kata Ujang, Selasa (13/8).


Selain krisis air bersih, sedikitnya 15 hektare lahan pertanian milik warga juga mengalami kekeringan meski tidak mengancam pada gagalnya panen mengingat sebagian besar pemilik lahan telah panen sebelum masuk musim kemarau 2019 datang.


BACA JUGA : 2 Pelaku Pembacokan Pelajar di Sukabumi Ditangkap 1 Buron


Untuk menangani hal tersebut, Pemerintah Desa Titisan telah menetapkan ancaman kekeringan menjadi skala prioritas dalam Musrenbang Desa, selanjutnya Pemdes akan berupaya membuat sumur tambahan seperti yang dilaksanakan pada kegiatan pembangunan tahun 2018 lalu.


"Sebelumnya sudah dibuatkan dua buah sumur, untuk tahun 2020 mendatang direncanakan akan dibuatkan tiga sumur tambahan di tiga titik wilayah terdampak kekeringan," ungkapnya.


Masih kata Penjabat Kades Titisan, untuk wilayah terparah dampak kekurangan air bersih, Kampung Cimanggu telah mendapat bantuan air bersih dari komunitas sosial Sahabat Kristiawan Peduli (SKP) dan selanjutnya bantuan air bersih juga akan ditambahkan dari beberapa instansi pemerintah terkait.


"Alhamdulillah bantuan sudah dilaksanakan, kami ucapkan terimakasih selanjutnya akan ada bantuan dari Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten Sukabumi," pungkasnya.(*)


Reporter : Rapik Utama
Editor : Dian Syahputra Pasi



Close Ads X