Terbilang Sadis, Kasus Asusila dan Pembunuhan Bocah di Bogor

Selasa, 30 Juli 2019 - 00:00 WIB

Terbilang Sadis, Kasus Asusila dan Pembunuhan Bocah di Bogor
Terbilang Sadis, Kasus Asusila dan Pembunuhan Bocah di Bogor
Banner Dalam Artikel



TatarSukabumi.ID - Kepolisian Resor Bogor menggelar konferensi pers terkait kasus penganiayaan fisik terhadap bocah dibawah umur berinisial FA (7 tahun) hingga menyebabkan korban meninggal dunia.


Tidak hanya mengakibatkan korban tewas, Pelaku sempat melakukan pencabulan sebelum akhirnya korban tewas di bunuh.


Pelaku merupakan H (23) yang kesehariannya bekerja sebagai penjual bubur.


Foto Pelaku sempat viral disejumlah media sosial facebook dan menjadi pesan beruntun dalam pesan berantai whatsapp.


BACA JUGA : Diperiksa Kejiwaan, Perempuan Bawa Anjing Kedalam Masjid Terancam Dihukum 5 Tahun


Kapolres Bogor, AKBP Andi Moch Dicky kepada awak media menyampaikan, Pelaku bersama sejumlah barang bukti diantaranya 1 pasang sandal anak-anak berwarna biru, 6 potong kaos, 3 buah celana, 2 buah celana dalam, 1 karpet, 4 ember, 1 Gayung, 1 kaos dalam anak, 1 buah baju korban,  dan 1 buah celana dalam anak telah diamankan Polres Bogor.



"Pelaku dikenakan pasal 80 ayat 3 dan atau pasal 81 atau pasal 82 undang-undang Nomor 35 tahun 2014 perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau pasal 338 KUHP atau pasal 340 KUHP dengan ancaman penjara paling lama seumur hidup," ungkap AKBP Andi Moch Dicky, Jumat (5/7/2019).


BACA JUGA : Aksi Bobol Kaca Mobil di Sukabumi, Jarah Uang Milyaran Rupiah


Informasi terhimpun, seorang bocah wanita ditemukan tewas didalam bak mandi yang ditutupi pakaian kotor di Kampung Cinangka RT 002 RW 002 Desa Cipayung Girang Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor, pada Sabtu (29/6) lalu.


Kepolisian Resor Bogor dalam ungkap kasus menjelaskan, kronologi kejadian berawal saat pelaku (H) pulang jualan bubur ke kontrakannya.


Dari penelusuran aparat Kepolisian, Pelaku mengaku sempat memberi uang sebesar 2 ribu rupiah kepada Korban, selang beberapa saat Pelaku kembali mengiming-imingi uang sebesar 5 ribu rupiah kepada Korban dan merayu korban agar mau mengikuti keinginannya.


BACA JUGA : Diduga Dibunuh, Mayat Pria Berceceran Darah di Cibadak Sukabumi



Selanjutnya Pelaku sempat melakukan perbuatan tidak senonoh dan Korban sempat meronta, bukan menghentikan niat bejatnya, pelaku malah membekap mulut korban selanjutnya korban direndam ke dalam ember berisi air kurang lebih 15 menit hingga korban meninggal dunia.


Lebih sadis lagi, setelah Korban tewas, Pelaku melakukan nafsu bejatnya mengagahi tubuh korban,  setelah puas Pelaku memasukkan jenazah korban ke dalam bak mandi dengan posisi terlentang dan ditutupi dengan karpet dan baju-baju kotor.


Selanjutnya Pelaku melarikan diri ke sejumlah kota diantaranya Surabaya Semarang dan Pemalang setelah akhirnya Pelaku menyerahkan diri dan saat ini meringkuk di tahanan Polres Bogor.


BACA JUGA : Perusahaan Buang Limbah Berbahaya di Parungkuda, DLH Sukabumi Temukan Fakta Seperti Ini


Dari hasil penyelidikan aparat Kepolisian, sebelum melakukan perbuatan bejad hingga membunuh Korban, Pelaku mengaku sebelumnya menonton film porno hingga terobsesi untuk melakukan perbuatan bejatnya.


Berdasarkan hasil pemeriksaan, sejak tahun 2016 pelaku memiliki kebiasaan menonton film porno yang diperankan oleh anak-anak bahkan memiliki kelainan yakni mencuri celana dalam milik tetangga, untuk dihisap sebagai penyaluran nafsu, hingga saat ini sudah sekitar 1000 celana dalam yang dicuri.(*)


Reporter : Tri Budiana Wijaya
Editor : Dian Syahputra Pasi