Jelang Lebaran Idul Adha Harga Cabai di Sukabumi Merangkak Naik

Selasa, 30 Juli 2019 - 00:00 WIB

Jelang Lebaran Idul Adha Harga Cabai di Sukabumi Merangkak Naik
Jelang Lebaran Idul Adha Harga Cabai di Sukabumi Merangkak Naik
Banner Dalam Artikel



TatarSukabumi.ID - Harga cabai di pasar tradisional Kota Sukabumi terpantau mengalami kenaikan, Kamis (11/7/2019).


Kenaikan terjadi pada cabai hijau besar yang pada pekan lalu hanya 20 ribu rupiah menjadi 24 ribu rupiah setiap kilogramnya.


Selain Cabai hijau besar, kenaikan harga juga terjadi pada jenis cabai rawit hijau  dari 60 ribu rupiah menjadi 65 ribu rupiah perkilonya.


Sementara untuk jenis cabai rawit merah mengalami penurunan harga dari semula 68 ribu menjadi 65 ribu hingga akhir pekan ini.


BACA JUGA : 140 Hektare Areal Pertanian di Kecamatan Sukabumi Kekeringan


Sementara itu, Kabid Perdagangan pada Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindutrian (Diskopdagrin) Kota Sukabumi, Heri Sihombing, menjelaskan untuk harga cabai jenis lain terbilang masih cukup stabil diantaranya Cabai TW 60 ribu rupiah, Cabai lokal 80 ribu rupiah, Cabai keriting merah 54 ribu rupiah dan Cabai keriting hijau 25 ribu rupiah setiap kilonya.


Masih kata Sihombing, kenaikan harga yang terjadi pada Cabai Hijau Besar dan Cabai Rawit Hijau disebabkan oleh terbatasnya pasokan dan faktor distribusi barang yang tidak lancar, dan kenaikan juga dipicu akibat musim.


"Bisa juga karena musim kemarau. Karena musim juga dapat berpengaruh pada kualitas panen tanaman ini," kata Sihombing, Kamis (11/7/2019).


BACA JUGA : Pemkab Sukabumi Butuh Perda Untuk Berantas Rentenir Berkedok Koperasi Simpan Pinjam


Lebih jauh Sihombing memperkirakan tingginya harga dua jenis cabai tersebut diperkirakan akan bertahan hingga hari perayaan Idul Adha nanti.


Hingga saat ini, Diskoperindag Kota Sukabumi secara intensif memantau harga di pasar tradisional Sukabumi, langkah ini dilakukan agar tidak terjadi kelangkaan dan peningkatan harga yang bisa menimbulkan gejolak di masyarakat.


"Setiap hari kita lakukan pemantauan ke pasar. Itu dilakukan untuk menjamin ketersediaan dan penyalurannya," kata Sihombing.


"Sepertinya harus ada semacam operasi pasar komoditi cabe oleh pemerintah pusat dan bulog untuk menjaga stabilitas harga di pasar," ujarnya.(*)


Reporter : Dian Syahputra Pasi