Cerminan Pelaku UKM di Sukabumi, Tidak Sanggup Bayar Iuran Sekolah

Selasa, 30 Juli 2019 - 00:00 WIB

Cerminan Pelaku UKM di Sukabumi, Tidak Sanggup Bayar Iuran Sekolah
Cerminan Pelaku UKM di Sukabumi, Tidak Sanggup Bayar Iuran Sekolah
Banner Dalam Artikel



TatarSukabumi.ID - Pengalaman tragis dialami Agus Setiawan seorang warga keturunan yang saat ini tinggal di rumah kontrakannya di kawasan Desa/Kecamatan Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi - Jawa Barat.


Mantan Bos UKM (Usaha Kecil Menengah) pemasok makanan oleh-oleh khas Sukabumi di kawasan Puncak Bogor sejak 2 tahun terakhir mengalami kebangkrutan.


Agus merupakan distributor berbagai jenis makanan produksi Sukabumi diantaranya Opak, Kripik Singkong, Rengginang, Sale Pisang, Peyeum serta berbagai jenis makanan khas oleh-oleh yang biasa dijual disepanjang Jalan Raya Puncak Bogor.


"Saya kolaps saat pengiriman oleh-oleh ke sentra perdagangan di kawasan Puncak, satu minggu setelah pengiriman barang, tiba tiba terjadi penggusuran PKL (Pedagang Kaki Lima) tanpa pemberitahuan ke distributor pemasok barang,"


"Ketika kita mau tagih ke pusat oleh-oleh, semua warung, kios pinggir jalan, sudah berhamburan tidak ada," kata Agus, Selasa (9/7/2019).


BACA JUGA : Pemkab Sukabumi Butuh Perda Untuk Berantas Rentenir Berkedok Koperasi Simpan Pinjam


Dengan kejadian ini, seluruh modal milik Agus ludes malah menyisakan hutang pinjaman bekas biaya produksi ke salah satu Bank Swasta di Sukabumi dan pinjaman kepada PNPM setempat.


Lebih tragis lagi, Puteri sulung Agus ikut menjadi korban, pasalnya Cici (nama panggilan) sejak awal masuk Sekolah disalah satu SMA di Cicurug Sukabumi tidak sanggup membayar uang iuran SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan) hingga saat ini mau menginjak kelas III SMA.


"Saya bulak balik ke sekolah sampai malu sendiri, sebagai orang tua saya sudah putus asa, saya hanya bisa pasrah sama Allah kalau memang diizinkan sekolah ya sekolah, kalau disuruh keluar ya keluar, karena saya sudah tidak sanggup bayar uang sekolah lagi," keluh Agus.


BACA JUGA : Warga Sukabumi Kurang Peduli Sejarah Monumen Palagan Bojongkokosan Sepi Pengunjung


Kisah miris ini diterima aktivis pegiat sosial, Sahabat Kristiawan Peduli (SKP) yang dimotori oleh Kristiawan Saputra.


SKP langsung bergerak mendatangi rumah kontrakan Agus dan membayar seluruh uang tunggakan iuran SPP Puteri dari mantan Bos penggerak usaha kerakyatan jajanan oleh-oleh khas Sukabumi yang saat ini tengah kolaps.


Menurut Kristiawan, Agus merupakan salah satu cerminan bagi pelaku UMKM di Sukabumi.


"Saya harap keluarga ini bangkit kembali sebagai pengusaha penggerak ekonomi kerakyatan, dan mudah mudahan pemerintah memperhatikan, jangan sampai ketika dia berjaya, menjadi juara dan mrngharumkan Sukabumi baru dirangkul, sementara saat kondisi dia seperti ini dilupakan, dan mudah-mudahan pemerintah bisa memberi bantuan minimal pinjaman tanpa bunga," ujar Kristiawan.(*)


Reporter : Isep Panji
Editor : Dian Syahputra Pasi