Warga Sukabumi Diminta Buang Sampah Terjadwal

Rabu, 26 Juni 2019 - 00:00 WIB

Warga Sukabumi Diminta Buang Sampah Terjadwal
Warga Sukabumi Diminta Buang Sampah Terjadwal
Banner Dalam Artikel



TatarSukabumi.ID - Tingkat kesadaran masyarakat Kota Sukabumi untuk membuang sampah sesuai jadwal masih minim.


Hal tersebut dibuktikan dengan tumpukan sampah yang kembali menggunung usai jadwal pengangkutan yang dilakukan petugas kebersihan.


Hal ini diungkap, Kepala Bidang Pelayanan Kebersihan, pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi, Endah Aruni belum lama ini.


"Itu karena kesadaran masyarakat yang belum sadar.  Baru saja saja diangkut (sampah) datang lagi dua gerobak," kata Endah saat dihubungi awak media, Rabu (19/6/2019).


BACA JUGA : Dana Bonus Produksi PT Star Energi, Iyos : Jangan Terjadi Penyalahgunaan Apalagi Tumpang Tindih Proyek


Padahal, DLH Kota Sukabumi secara gencar terus melakukan sosialisasi jam pengangkutan sampah baik melalui media sosial maupun sosialisasi langsung kepada masyarakat.


"Kita sudah sering sosialisasi hal ini sesuai Perda nomor 17 tahun 2019 tentang pengelolaan sampah. Masyarakat harus membuang sampah sesuai jadwal supaya tidak menumpuk" jelasnya.


Jadwal pengangkutan sampah di Kota Sukabumi oleh petugas kebersihan terbagi dalam tiga jadwal, pagi pukul 05:00 dan 05:30 WIB,  siang pukul 10:00 WIB, dan malam hari pukul 19:00 hingga pukul 21:00 WIB, jelas Endah.


BACA JUGA : HUT Bhayangkara Polri ke-73 Polresta Sukabumi Bangun 3 Rumah Korban Kebakaran


Lebih jauh jelas Endah, selain jadwal pembuangan sampah, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi mengimbau agar warga memilah sampah organik maupun anorganik serta residu sebelum dibuang.


Masyarakat dihimbau untuk memisah jenis sampah anorganik seperti botol kaleng dan kardus, dikumpulkan di tempat terpisah dan ditabungkan ke Bank Sampah Sukabumi (Sami).


Sementara sampah organik sisa makanan, dapat dimasukan ke lubang biopori sampah dan pembuatan sarana itu bisa dilakukan secara gratis oleh DLH.


“untuk jenis sampah residu yang tidak bisa diolah dibuang ke TPA,” pungkasnya. (*)


Reporter : Dian Syahputra Pasi