Periksa Sumur Tua, Pria di Kabandungan Hisap Gas Beracun

Rabu, 26 Juni 2019 - 00:00 WIB

Periksa Sumur Tua, Pria di Kabandungan Hisap Gas Beracun
Periksa Sumur Tua, Pria di Kabandungan Hisap Gas Beracun
Banner Dalam Artikel



TatarSukabumi.ID - Pria paruh baya dilarikan ke Puskesmas setelah tidak sadarkan diri akibat menghirup gas beracaun saat menguras sumur sedalam 10 meter di Kampung Kaladi 1 Desa Tugubandung, Kecamatan Kabandungan, Jumat (21/6/2019).


Aiptu Ade Kuswari, Bhabinkantibmas Desa Kabandungan mengatakan, Korban yang nyaris tidak terselamatkan dalam indiden ini adalah Sunarya (36).


Kepada TatarSukabumi.ID Aiptu Ade membeberkan kronologi peristiwa serangan gas beracun yang menimpa Korban, peristiwa bermula saat korban menggali sumur miliknya yang berada di belakang rumah ditemani Istrinya yang bernama Esih.


Dari pengakuan Esih, saat didasar sumur, suaminya langsung tergeletak pingsan, sang Istri sontak kaget dan memanggil manggil Suaminya.


Tidak ada sautan dari dalam sumur, sang Istri panik dan meminta bantuan tetangga sekitar.


BACA JUGA : Dinkes Sukabumi Soroti Pencegahan dan Penanggulangan Stunting serta Kematian Ibu dan Anak


"Tetangga korban bernama Kosar dan Rohman langsung turun ke dalam sumur, mereka sempat merasakan hawa panas dan dada terasa pengap. Selanjytnya Korban dengan di ikat menggunakan kain dan berhasil dievakuasi," jelas Ade Kuswari, Jumat (21/6/2019).



Saat proses evakuasi, Tim Medis langsung mendatangi lokasi dan melakukan pertolongan, selanjutnya untuk memulihkan kondisi kesehatan Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Kabandungan.


BACA JUGA : Pemerintah Australia Beri Hibah 709 M Untuk Program Air Bersih


Atas kejadian ini, Aiptu Ade Kuswari menghimbau warga untuk lebih berhati hati saat menguras dan menggali sumur yang dalam keadaan tertutup rapat.


"Sebaiknya di buka dan dibiarkan dulu agar hawa panas dan racun keluar, jika akan melakukan perbaikan atau menguras sumur," ungkapnya.


Hingga berita ini ditayangkan Korban masih dalam perawatan Tim Medis Puskesmas dan kondisi kesehatan Korban mulai membaik.(*)


Reporter : Asep M-Rhe
Editor : Dian Syahputra Pasi