Pergerakan Tanah di Nyalindung Sukabumi Ancam Pengguna Jalan, Truk dan Bus Dilarang Melintas

Selasa, 30 April 2019 - 00:00 WIB

Pergerakan Tanah di Nyalindung Sukabumi Ancam Pengguna Jalan, Truk dan Bus Dilarang Melintas
Pergerakan Tanah di Nyalindung Sukabumi Ancam Pengguna Jalan, Truk dan Bus Dilarang Melintas
Banner Dalam Artikel

Bus dan Truk dilarang melintas, Pergerakan tanah ancam pengguna jalan // Foto : Rapik Utama

Bus dan Truk dilarang melintas, Pergerakan tanah ancam pengguna jalan // Foto : Rapik Utama


TatarSukabumi.ID - Sat Lantas Polres Sukabumi melakukan himbauan larangan sementara bagi kendaraan besar jenis Truk dan Bus yang melintas di Ruas Jalan Sukabumi - Sagaranten, Senin (29/4/2019).


Pemasangan spanduk himbauan larangan sementara melintas diberlakukan akibat bencana pergerakan tanah yang mengakibatkan sebagian ruas jalan amblas diwilayah Nyalindung Kabupaten Sukabumi Jawa barat.


BACA JUGA : Ahli Vulkanologi dan Geologi Beberkan Fakta Ilmiah Pergerakan Tanah di Nyalindung Sukabumi


Kanit Kamsel (keamanan dan Keselamatan) Sat Lantas Polres Sukabumi, Aiptu Nengah mewakili Kasatlantas Polres Sukabumi, AKBP Galih Bayu Raditya mengatakan, pemasangan spanduk himbauan dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas akibat amblasnya jalan dan sejumlah titik rawan longsor di ruas jalan Sukabumi - Sagaranten.


"Himbauan ini dilakukan untuk meminimalisir laka lantas bagi pengguna jalan Sukabumi - Sagaranten," ujar Nengah, Senin (29/4/2019).


Kondisi terkini pergerakan tanah di Nyalindung Sukabumi

Kondisi terkini pergerakan tanah di Nyalindung Sukabumi


Informasi terhimpun, titik terparah kerusakan dan amblasnya jalan akibat pergerakan tanah terjadi di Kampung Gunungbatu, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi.


BACA JUGA : Terungkap! Lubang Raksasa Misterius di Sukabumi Akibat Awan Panas atau Sungai yang Tertutup Aktivitas Gunung Api


Tidak hanya merusak bangunan rumah, data yang diterima TatarSukabumi.ID dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, pergerakan tanah merusak ruas Jalan Provinsi yang membentang di wilayah dengan titik koordinat -7.030155, 106.926851 pada ketinggian 827 mdpl (meter diatas permukaan laut).


Jenis retakan bervariatif mulai dari 0,5 centimeter hingga 200 cm dengan bentangan retakan kurang lebih mencapai 150 meter, serta mengakibatkan turunnya (anjlok) jalan hingga beberapa centimeter.(*)


Reporter : Rapik Utama
Editor : Dian Syahputra Pasi