Sinyal Parabola Hilang Akibat Satelit Telkom 3S Pindah ke Satelit Merah Putih, Seperti Ini Cara Setting Ulang Parabola

Kamis, 28 Februari 2019 - 00:00 WIB
Sinyal Parabola Hilang Akibat Satelit Telkom 3S Pindah ke Satelit Merah Putih, Seperti Ini Cara Setting Ulang Parabola
Sinyal Parabola Hilang Akibat Satelit Telkom 3S Pindah ke Satelit Merah Putih, Seperti Ini Cara Setting Ulang Parabola
Banner Dalam Artikel

 

 

TatarSukabumi.ID - Akhir akhir ini Masyarakat mengeluhkan hilangnya siaran televisi yang diakses oleh pengguna Parabola.

 

Masyarakat pengguna Parabola sempat bingung atas hilangnya seluruh siaran televisi secara tiba tiba dari Satelit Telkom 3S, yang tersisa hanya siaran yang dipancarkan Satelit Palapa D atau pengguna parabola tidak berbayar alias free to air (FTA) seperti siaran Trans grup, ANTV, CNN dan sebagainya.

 

BACA JUGA : Lampu Listrik dari Umbi Kentang

 

Padahal, kejadian serupa pernah terjadi 1 tahun silam akibat Satelit Telkom 1 mengalami kerusakan dan dikabarkan hilang dari orbitnya, sehingga seluruh pengguna dipindahkan ke Satelit Telkom 3s.

 

Satelit Merah Putih yang meluncur 7 Agustus 2018 lalu ini merupakan satelit komunikasi geostasioner yang dimiliki oleh Indonesia dibawah naungan perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia.

 

Ada 60 transponder aktif yang dibawa oleh satelit ini, 24 transponder C-Band serta 12 transponder Extended C-Band, yang beamnya mencakup Asia Tenggara, sementara 24 transponder C-Band menjangkau wilayah Asia Selatan.

 

Saat ini Satelit Telkom 4  atau Satelit Merah Putih telah aktif dan mulai diisi oleh chanel-chanel yang awalnya mengisi Satelit Telkom 3s.

 

BACA JUGA : Hujan Es di Sukabumi Fenomena Alam Biasa, Inilah Penjelasannya

 

Saat ini, seluruh chanel telah pindah dan bermigrasi ke Satelit Telkom 4, sehingga bagi pengguna yang masih awam atau pemula akan cukup kesulitan unyuk mengatur program pada Satelit Telkom 4.

 

Dijelaskan bahwa, Satelit Telkom 3S berada di 118.0°E, sementara Telkom 4 berada di 108.0°E atau berada pada posisi satelit Telkom 1 yang sempat dikabarkan rusak dan hilang.

 

Dengan kondisi ini, dipastikan Pengguna harus merubah setting LNB atau disc Parabola maupun receiver.

 

BACA JUGA : Marwan Hamami : 7 Hingga 8 Ribu Buruh Sukabumi Kena PHK

 

Untuk mendapatkan siaran televisi, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan, sebelumnya cara tersebut telah dicoba TatarSukabumi.ID dan hasilnya 100% berhasil (dengan catatan memakai dua LNB).

 

Karena jarak antara satelit Palapa D dengan Telkom 3S dan Telkom 4 dengan Palapa D sama-sama berjarak 5 derajat, jadi Anda tidak perlu menggeser atau mengoprek jarak LNB 1 dengan LNB 2 yang ada di braket atau dudukan LNB parabola.

 

Untuk Anda yang sudah pernah lock satelit Telkom 3S dengan cara merubah arah tiang fokus sebelum telkom 1 hilang (khusus untuk tiang tunggal dengan bentuk seperti cangkul bukan ripod).dengan memutar sampai 180 derajat, maka kembalikan lagi ke posisi semula (Palapa D-Telkom 1) dan lihat siaran di satelit Palapa D (RCTI /MNCTV) harus tetap ada.

 

Dengan catatan untuk cara diatas, setting receiver parabola tidak dirubah seperti Telkom 3S yang ada di Port 1/LNB 1, untuk 22KHz tetap ON, dan Palapa D di Port 2/LNB 2, 22KHz tetap OFF.

 

Setelah diputar 180 derajat dan siaran palapa normal, masukkan satelit Telkom 4 (bekas satelit telkom 3s) pada receiver, lalu masukkan frekuensi terkuat yaitu 3890 H 6000, setelah mendapatkan siaran lalu scan ulang untuk mencari saluran lain.

 

Lihat juga channel di satelit Palapa D (MNCTV, RCTI, tvOne, dll) apakah siaran televisi yang ada di satelit tersebut sudah terkunci, jika sudah, maka langkah selanjutnya adalah melakukan scan otomatis (blindscan) di satelit Telkom Merah Putih.

 

BACA JUGA : Icip-icip Durian Gandaria Asli Sukabumi, Sisa Peninggalan Kolonial Belanda Harganya Selangit

 

Cara kedua apabila sebelumnya tidak memutar tiang cangkul atau LNB parabola 180 derajat, hanya menggeser kemiringan disc serta merubah setting di receiver, maka ubah kembali setting berikut kemiringan discnya.

 

Sebelumnya Telkom 3S ada di Port 1/LNB 1 untuk 22KHz ON dan Palapa D di Port 2/LNB 2 22KHz OFF, maka dirubah sebaliknya Palapa D menjadi port 1 dengan 22KHz ON, dan Telkom 4 port 2 (apabila sudah menambah daftar satelit baru dengan nama Telkom 4) menjadi OFF.

 

Jangan kaget jika setelah merubah setting pada receiver parabola, channel yang ada di Palapa D menjadi hilang,  agar bisa mendapat siaran televisi kembali, maka geser dan rubah arah kemiringan parabola ke arah barat secara perlahan-lahan.

 

Sambil menggeser arah tersebut, sebaiknya lihat dulu kualitas sinyal hingga benar-benar kuat, sebelum memiringkan arah parabola, kendurkan terlebih dulu baut yang ada pada besi penyangga parabola.

 

Jika siaran televisi di Palapa D sudah tertangkap dan terkunci, maka beralih ke satelit Merah Putih.

 

Seperti cara di atas, masukkan terlebih dulu frekuensi terkuat bisa 3875 H 6000 untuk channel Trans 7, Apabila semua channel di satelit Palapa D dan satelit Merah Putih sudah terlock, selanjutnya kancing kembali dengan baut pada besi penyangga parabola.

 

Langkah terakhir adalah melakukan scan otomatis atau blindscan di satelit Telkom 4 pada receiver parabola Anda.

 

BACA JUGA : Pembangunan 1400 Rutilahu Senilai 17 Miliar di Sukabumi Dikelola Forum Kabupaten Sukabumi Sehat

 

Cara terakhir, jika saat ini parabola Anda memakai 2 LNB yang tidak merubah arah tiang LNB atau merubah setting receiver (masih satelit Palapa D dan Telkom 1 belum menikmati siaran trans group dll), maka yang perlu dilakukan adalah scan otomatis/ulang di satelit Telkom 1 tersebut, seharusnya siaran televisi yang ada di Telkom 1 bisa Anda lock.

 

Berikut ini frekuensi channel terbaru di satelit Telkom 4 yang berhasil di blind scan di Satelit Telkom Merah Putih. 

 

3850 H 6000 untuk channel ANTV. (Mpeg2)
3875 H 6000 untuk channel Trans7 (Mpeg2)
3880 H 2250 untuk channel CNN Indonesia HD (Mpeg4)
3890 H 6000 untuk channel TransTV (Mpeg2)
3856 H 3000 untuk channel Jek TV
3896 H 3000 untuk channel MTA TV
3973 H 3000 untuk channel Temanggung TV
3967 H 3906 untuk channel TVRI Papua.(**)

 

Reporter : Rudi Imelda
Editor : Dian Syahputra Pasi



Close Ads X