Header AD

Puncak Kemarau Juli Hingga Agustus, Petani Sukabumi Mulai Kurang Air

TatarSukabumi.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya memprediksi puncak musim kemarau akan terjadi pada Juli hingga Agustus 2018.

Saat ini sebagaian besar wilayah Sukabumi telah mulai terdampak akibat musim kemarau, beberapa Kecamatan di Kabupaten Sukabumi mulai terancam kekeringan.

BACA JUGA : Gegara Kemarau, Lebaran Idul Adha Harga Domba Mahal

Salah satunya dirasakan Petani yang berada di Kecamatan Kabandungan, dari pantauan TatarSukabumi.ID lahan pertanian mulai terancam kekeringan, sebagian lahan sawah tidak terairi, tanaman sayur terhambat pertumbuhanya bahkan nyaris gagal panen.

Aditiya, Petani warga Kampung Pandan Arum kepada TatarSukabumi.ID menuturkan, "Lahan persawahan sebagian kering, buah cabe yang berbuah berkurang hasilnya," kata Adit, Selasa [24/7/2018].

BACA JUGA : Berapa Biaya Pembangunan Bandara di Cikembar - Sukabumi, Ini Penjelasannya

Tidak hanya Petani, Pengepul hasil pertanian wilayah Kabandungan mengakui penurunan jumlah hasil produksi, Rian Pengepul sayuran asal Kampung Cisarua Desa Cipeuteuy, mengungkapkan, "Saat cuaca normal biasa kami mendapatkan suplay dari petani bisa mencapai 1 ton perhari, tapi dengan kondisi kemarau ini ada penyusutan hingga 50%," tutur Rian.

Hal tersebut akan berimbas kepada harga hasil bumi, "Harga sayuran saat ini sedang bagus cabe merah 15 ribu, cabai rawit merah 35 ribu, tomat merah 5 ribu, buncis 7 ribu, kacang panjang 6 ribu, kol 2 ribu, rawit hijau 20 ribu, rawit putih 12 ribu, bawang daun 5 ribu, dan kacang merah 7 ribu,"beber Rian.(*)

Kontributor : Asep M-Rhe
Editor : Dian Syahputra Pasi

Puncak Kemarau Juli Hingga Agustus, Petani Sukabumi Mulai Kurang Air Puncak Kemarau Juli Hingga Agustus, Petani Sukabumi Mulai Kurang Air Reviewed by Tatar Sukabumi on Selasa, Juli 24, 2018 Rating: 5

Post AD

home ads