Berita Terkini Sukabumi

Selasa, 10 Juli 2018

13 Balita di Desa Cipeteuy Sukabumi, Tercatat Sebagai Balita Bawah Garis Merah

TatarSukabumi.ID - 13 Balita di Desa Cipeuteuy tercatat sebagai Balita Bawah Garis Merah atau BGM, hingga memerlukan penanganan yang cukup serius.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Desa Cipeuteuy, Tirta Jaya kepada TatarSukabumi.ID, di ruang kerjanya, "Melalui anggaran yang bersumber dari Dana Desa (DD), saat ini Pemerintah Desa Cipeuteuy telah memberikan perhatian yang serius dalam penanganan balita BGM, Pemerintah Desa akan memanfaatkan Dana Desa untuk kesehatan Warga" tutur Tirta, Selasa [10/7/2018].

BACA JUGA : Korban Keracunan Massal di Sukabumi Bertambah, Kini Jumlah Korban Mencapai 19 Orang

Menurut Kepala Desa Cipeteuy, penanganan yang dilakukan Pemerintah Desa yakni dengan memberikan makanan tambahan, susu, maupun vitamin kepada Balita BGM untuk kurun waktu 3 bulan pertama, "Dengan langkah ini semoga ada pemulihan berat badan pada BGM" ujar Kapala Desa Cipeuteuy.

Adapun kegiatan lain yang dilakukan untuk menekan angka balita BGM yakni dengan melakukan pendataan serta monitoring status kesehatan gizi balita BGM di tiap-tiap kadusunan melalui kegiatan posyandu, dengan melibatkan peran serta Bidan Desa dan Kader Kesehatan Masyarakat.

BACA JUGA : Warga Tidak Harus Basah Berjuang Lintasi Sungai, Jembatan Cariu - Sukabumi Selesai Dibangun

Berkaitan dengan kegiatan pendataan dan monitoring, Sri Shintawati selaku Bidan Desa kepada TatarSukabumi.ID mengungkapkan, "Monitoring pendataan gizi balita bertujuan untuk memberikan penyuluhan kepada orang tua balita supaya giat memberikan asupan makanan tambahan, sehingga status gizi balita dapat terpenuhi," ungkap Shinta.

"Memberikan penyuluhan kesehatan status gizi yang baik kepada orang tua balita dalam memberikan makanan tambahan bila status gizinya semakin buruk maka perlu kita rujuk ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat," terang Shinta.

BACA JUGA : Maling Motor Siang Bolong Tertangkap, Nyaris Jadi Bulan Bulanan Warga

Shinta juga membeberkan upaya mengatasi BGM yang dilakukan selain penimbangan di Posyandu, bila terdapat status gizi balita bermasalah maka selaku Bidan Desa akan melakukan pantauan secara intensif status gizi balita, dengan pelayanan ketuk pintu yang dilakukan 2 kali dalam sebulan, serta meningkatkan pelayanan Posyandu terutama pada ibu hamil

"Deteksi dini pada janin, meningkatkan kunjungan ibu nifas dan meningkatkan pelayanan kesehatan terus memantapkan ASI ekslusif secara optimal sehingga kedepannya angka BGM di Desa Cipeuteuy teratasi," Pungkas Shinta.(*)

Kontributor : Asep M-Rhe
Editor : Dian Syahputra Pasi