Senin, 11 Juni 2018

3 Perampok Sopir Online Grab-Car Akhirnya Ditangkap di Sagaranten


TatarSukabumi.ID - Akhirnya ke-3 pelaku perampokan dengan kekerasan terhadap
Driver angkutan berbasis online Grab-Car, Anggi Kurniawan (24) warga Depok, berhasil diringkus Polisi.

Setelah sebelumnya 2 Perampok berhasil ditangkap sementara 1 lainnya buron, tidak sampai 24 jam Polisi berhasil menangkap Pelaku, Minggu [10/6/2018].

BACA JUGA : Sopir Grab-Car Dirampok Dilempar Dari Atas Mobil di Sukabumi

Sebelumnya Anggi Kurniawan (24) Driver Grab-Car warga Depok telah dirampok 3 Pelaku hingga dilemparkan dari atas mobilnya di Kecamatan Cidadap - Sagaranten Kabupaten Sukabumi - Jawa Barat.

Namun keberuntungan masih berada dipihak Anggi Kurniawan, pasalnya Anggi berhasil diselamatkan warga bahkan pelaku Perampokan berhasil dibekuk jajaran Polsek Sagaranten Polres Sukabumi.

BACA JUGA : Pohon Tumbang Memakan Korban di Palabuhanratu - Sukabumi

Eli Susilawati (32) warga Cidadap, kepada TatarSukabumi.ID, mengungkapkan, "korban sudah dirampas kendaraannya saat ditemukan sudah tidak pake baju, tepatnya di Ciminyak sebelum masuk ke kampung Cibarengkok, itu daerah hutan," ujar Eli yang saudaranya menemukan Korban di tempat kejadian.

Menurut Eli, saudaranya yang hendak berkunjung sempat takut dan tidak mau membantu saat dimintai tolong oleh korban, karena takut dia menyamar, tapi setelah ada mobil truk lewat dari arah Cibarengkok, barulah saya yakin kalo itu korban perampokan," jelas Eli.

BACA JUGA : Dikalungi Cerulit Hingga Dilempar dari Mobil, Inilah Kronologi Lengkap Perampokan Sopir Grab Car di Sukabumi

Selanjutnya warga menelpon warga Cianjur Selatan untuk menutup Portal Jembatan Cibungur dan akhirnya mobil ditemukan di hutan karet dalam keadaan kosong, Warga mencari Pelaku di Perkebunan Karet hingga akhirnya 2 pelaku berhasil dibekuk, sementara 1 Pelaku berhasil kabur.

Meski sempat buron, akhirnya pelaku terakhir berhasil ditangkap di wilayah Cipanas Cibungur, "Jadi pelaku sudah tertangkap semua, namun sedikit yang membuat kesal banyak status di Medsos seolah pembegalan yang terjadi diderah kami itu dilakukan seperti dicegat di pinggir jalan sehingga daerah kami seperti tidak aman, padahal Pelaku dan Korban bukan warga daerah kami," pungkasnya.(*)

Reporter : Rudi Imelda / Editor : Dian Syahputra Pasi