Header AD

Petani Penggarap eks PT Tybar Palabuhanratu Kembali Melakukan Unjuk Rasa


TatarSukabumi.ID - 11 kendaraan roda empat dan setidaknya 40 unit kendaraan bermotor membawa massa aksi SPRA (Serikat Petani Reforma Agraria) yang kembali melakukan aksi demonstrasi didepan Kantor Setda Kabupaten Sukabumi Jalan Siliwangi No 10 Palabuhanratu, Senin [14/5/2018].

Warga penggarap eks HGU PT Tybar Kecamatan Cisolok meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi untuk segera menyelesaikan permasalahan eks PT Tybar yang seolah berlarut dan menuntut Pemda Sukabumi untuk turun ke lapangan dan merealisasikan lahan yang diminta para penggarap.

BACA JUGA : Buntut dilumpuhkannya Tersangka Teroris di Cianjur, Densus 88 Amankan Tersangka Istri Teroris di Sukabumi

Dalam orasinya, massa aksi bahkan mengancam akan duduki Pemda, dan akan melakukan aksi Golput bila permasalahan ini terus berlarut, hingga saat ini massa aksi masih melakukan aksi damai damai untuk menyuarakan kebenaran, dan para petani mengungkapkan bahwa massa aksi bukan teroris hanya petani yang menuntut haknya.


Koordinator aksi Habib A.Yazdi R. Alydrus SH, "Kami sudah melakukan aksi pada tanggal 3 Mei 2018, tapi sampai saat ini belum ada jawaban dari Pemda, dan kurang diapresiasi oleh Bupati. Kami datang kesini untuk meminta para pemangku kebijakan datang kepada kami dan duduk bersama. Kita menuntut tanah yang kita garap. Kalau memang hari ini tidak ada jawaban, kami akan menduduki Kantor Setda Kabupaten Sukabumi," ungkapnya.

BACA JUGA : Program Combo Bantuan Pemerintah Non Tunai di Sukabumi, Penerima Manfaat Menurun

Sementara itu, Ali C Maung, Perwakilan petani penggarap meminta kejelasan hak para petani, "Tahun 2012 pemerintah akan memberikan 292 hektar untuk masyarakat penggarap, tapi malah saat ini banyak nama diluar petani yang mengaku memiliki lahan disana, bahkan ada giat pematokan sampai dipemukiman masyarakat," ungkapnya.

Massa aksi diterima Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sardjono didampingi Kasat Pol PP, Kabagops Polres Sukabumi, Wabub menyampaikan jika Bupati tidak bisa hadir karena ada acara yang tidak bisa ditinggalkan.

Wabub merasa prihatin dengan adanya permasalahan eks HGU PT Tybar seluas 1.126 H, dan 230 Hektar untuk Masyarakat, "Bupati sudah membuat surat ke BPN untuk menjelaskan dan menentukan lokasi lahan yang mana sesuai dengan tanah yang digarap. Pesan dari Bupati apabila sudah mendapat hak lahannya jangan dijual. Karena ada masyarakat yang sudah mendapat sertifikat tapi malah dijual ke pengusaha selanjutnya petani tersebut mencari lahan garapan yang baru," tandasnya.(*)

Reporter : Rapik Utama / Editor : Dian Syahputra Pasi

Petani Penggarap eks PT Tybar Palabuhanratu Kembali Melakukan Unjuk Rasa Petani Penggarap eks PT Tybar Palabuhanratu Kembali Melakukan Unjuk Rasa Reviewed by Tatar Sukabumi on Senin, Mei 14, 2018 Rating: 5

Post AD

home ads