Wilujeng Sumping di Tatar Sukabumi - Keluhan Warga Silahkan email : kasukabumian@gmail.com Pengaduan SMS Ketik : LAPOR(spasi)PESAN kirim ke 0857-222222-66 Informasi peliputan dapat menghubungi nomor tersebut

Selasa, 08 Mei 2018

DPRD, Sat Pol PP, DPMPTSP Datangi PT Aqua Golden Mississippi Sukabumi, Bahas Masalah Ini


TatarSukabumi.ID - Kunjungan Kerja DPRD Kabupaten Sukabumi terkait hasil rekomendasi Pansus terhadap PT. AGM (Aqua Golden Mississippi) di Kantor Perusahaan PT AGM Cicurug Sukabumi, Senin [7/5/2018].

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi M. Jaenudin memaparkan sebagian kesimpulannya kepada awak media, "Sampai saat ini belum satupun rekomendasi hasil temuan Pansus disimpulkan pelaksanaan pengambilan air tanahnya Ilegal," ujar Wakil ketua M.Jaenudin.

BACA JUGA : DPRD Kabupaten Sukabumi Beri Sinyal 30 Hari Kepada PT Aqua Golden Mississippi

Satuan Polisi Pamong Pradja dan DPMPTSP turut menyikapi perihal ini, dalam penjelasannya Kasat Pol PP Kabupaten Sukabumi Dedi Chardiman mengungkapkan, "Evaluasi hasil laporan rekomendasi-rekomendasi Pansus, Kami Sat Pol PP diberi tugas mengawal dan menegakkan Perda, kami akan mengambil sikap, rasa-rasanya rekomendasi itu belum dijalankan. Kami akan menyimak dahulu, kalau nyata-nyata tidak dilaksanakan kami akan laksanakan penegakan Perda termasuk kedepannya
perangkat daerah mana yang ditugaskan secara khusus dalam mengawal 6 point rekomendasi Pansus" ungkap Dedi Chardiman.

Sementara itu Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) diwakili Kabid Pelayanan Perijinan, Agus Permana, menjelaskan, "Aspek legalitas terkait Aqua ini merupakan PMA (Perusahaan Modal Asing), ijin prinsip dan industri dari pusat, ada dua perusahaan ada PT. AGM dan TIV (Tirta Investama) masing-masing ijin operasional antara AGM dan TIV berbeda, tapi memang ada pemanfaatan air tanah yang gunakan satu sumber mata air. Hal inilah yang menjadi persoalan sehingga proses-proses sampai ke tingkat Provinsi, karena kewenangan pengambilan air tanah sekarang menjadi kewenangan Provinsi, untuk itu tindak lanjut kepentingan pansus ini perlu disikapi dan ditindak lanjuti oleh pihak AGM," jelas Agus Permana.


Agus Permana juga membeberkan hasil pembahasan ditingkat provinsi, Agus Permana menjelaskan beberapa hal yang memang perlu ditindaklanjuti, "Pengambilan air terutama oleh PT. TIV  ini harus dipisahkan dari pengambilan ijin PT Aqua dan kedua pemanfaatan air 15% dari ijin yang sudah ditetapkan ini harus jelas alur pemanfaatannya, dimana pemanfaatan air 15 % ini adalah untuk kepentingan warga setempat dan tidak boleh diambil dari sumber mata air lain, itu keputusan dari dinas ESDM provinsi ketika pembahasan di Bandung," jelas Agus.

BACA JUGA : Aksi Tanam Pohon dan Blokade Jalan, Ketua DPRD Sukabumi Bereaksi

"Dan waktu itu sudah ada kesepakatan persoalan-persoalan dari tindak lanjut hasil Pansus sudah dibahas ditingkat provinsi dan langkah sikap yang diambil oleh Aqua, kami yakin perusahaan sebesar PT. Aqua yang terbesar di Cicurug masa sampai tidak bisa menyelesaikan hal-hal yang berkaitan dengan keperluan Pansus. Karena Aqua salah satu pembayar pajak air tanah paling terbesar diwilayah Cicurug," tambah Agus.

"Perlu kami tekankan berkaitan dengan
Penambahan areal 5.5 HA untuk area pengamanan sumber air, ini belum ada tindak lanjut, Ijin lokasi sudah diterbitkan untuk penyelesaian status hak tanah, tapi sampai saat ini belum ada informasi dari pihak Aqua, Kami ingin tahu perluasan ijin dari pusat, Penerbitan yang sudah lama habis berlaku karena sudah cukup lama penyelesaiannya. Kami belum mendapatkan informasi dari pihak Aqua apakah itu sudah dilaksanakan atau tidak karena kewenangan ada ditingkat provinsi Jawa barat," Jelas Kabid DPMPTSP Kabupaten Sukabumi.(*)

Reporter : Rapik Utama / Editor: Dian Syahputra Pasi