Header AD

Pro Kontra Kehadiran Jokowi di Sukabumi, Ini Penjelasan Mahasiswa


TatarSukabumi.ID - Kunjungan kerja Presiden RI selama 2 hari di Sukabumi mendapat respon serta antusias dari ribuan Masyarakat Sukabumi.

Namun Pro Kontra juga terjadi dibeberapa kalangan mahasiswa Sukabumi akan kedatangan Orang nomor satu di Indonesia.

Puluhan Mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sempat menggelar aksi demo serta penolakan yang digelar didalam lingkungan Kampus Universitas Muhammadiyah (ummi) Jalan R Syamsudin Sukabumi.

BACA JUGA : Jokowi di Sukabumi Ancam Copot Menteri Sofyan Djalil

Mahasiswa kecewa, salah satu agenda kunjungan presiden Joko Widodo di Sukabumi memberikan sertifikat gratis kepada warga, namun sertifikat yang diberikan itu bukan hanya untuk warga Sukabumi melainkan juga bagi 4 Kota lain di Jawa Barat.

Saat dihubungi melalui telepon Endi Riana irmansyah Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sukabumi mengatakan bahwa bagi bagi sertifikat oleh presiden Jokowi itu bukanlah reforma agraria, "Sertifikasi gratis itu adalah kewajiban yang memang harus dilakukan oleh pemerintah, Endi menilai Jokowi presiden yang tidak pro rakyat, makna dari reforma agraria itu bukan sekedar bagi bagi sertifikat, itu artinya presiden Jokowi sudah membohongi rakyat," ungkap Endi, Minggu [8/4/2018].

BACA JUGA : Sofyan Djalil di Sukabumi, Paling Lambat 2025 Seluruh Tanah di Indonesia Bersertifikat

Di tempat terpisah, Tantan Sutandi pendukung Seknas Tani Jokowi sekaligus ketua DPW Serikat Petani Indonesia (SPI) Jawa Barat, kepada TatarSukabumi.ID mengungkapkan, "menurut beliau  kunjungan ke Sukabumi dengan banyak agenda, salah satunya bagi bagi sertifikat, Serikat Petani Indonesia pada kunjungan kali ini tidak melakukan aksi seperti yang dilakukan pada kunjungan presiden tahun lalu," ungkap Tantan.

"Ada yang perlu di luruskan dan diketahui oleh masyarakat bahwa kami (SPI) melakukan aksi pada tahun lalu bukan menolak kehadiran presiden tapi kami hanya mau mengingatkan presiden akan janji janjinya untuk menyelesaikan konflik-konflik Agraria yang ada di Sukabumi, bagi bagi sertifikat di Sukabumi yang juga di bumbui gambar presiden Jokowi, menurut saya itu menunjukan kepanikan politik Jokowi,"  jelas Tantan.

BACA JUGA : Jokowi Tunggangi Moge di Sukabumi Hasil Modifikasi Elders Garage

Menurut Tantan 55 kasus konflik agraria terjadi di Jawa Barat, yang masuk 5 besar dengan urutan ketiga dalam konflik agraria setelah Jawa timur 60 kasus dan Sumatera Utara 59 kasus, "contoh kasus terhangat adalah penangkapan Azhari, Ketua Seknas Tani Jokowi Provinsi Jambi, presiden seharusnya memprioritaskan penyelesaian konflik agraria, agar petani bisa aman, nyaman terlepas dari intimidasi dan kriminalisasi demi terwujudnya daulat pangan" jelasnya.

Sementara itu Hasbi Abdullah Sekretaris jendral Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI) Mengatakan juga bahwa Agenda kedatangan jokowi ke Sukabumi untuk bagi-bagi sertifikat itu bukan reforma agraria yang di amanatkan konstitusi (UUPA), karena essensi dari pembaruan agraria adalah restruktrulisasi pengusaan, kepemilikan, dan penggunaan sumber -sumber agraria. Sehingga terciptanya keadilan sosial untuk peningkatan produktifitas dan  kesejahteraan rakyat sesuai amanat UUD 1945, bebernya.(*)

Reporter : Rapik Utama / Editor : Dian Syahputra Pasi

Pro Kontra Kehadiran Jokowi di Sukabumi, Ini Penjelasan Mahasiswa Pro Kontra Kehadiran Jokowi di Sukabumi, Ini Penjelasan Mahasiswa Reviewed by Tatar Sukabumi on Senin, April 09, 2018 Rating: 5

Post AD

home ads