Wilujeng Sumping di Tatar Sukabumi - Keluhan Warga Silahkan email : kasukabumian@gmail.com Pengaduan SMS Ketik : LAPOR(spasi)PESAN kirim ke 0857-222222-66 Informasi peliputan dapat menghubungi nomor tersebut

Selasa, 03 April 2018

PDAM Sukabumi Terima Bantuan dari Negara Hungaria, Dirum PDAM Sukabumi Minta Maaf Gara Gara Hal Ini


TatarSukabumi.ID -  Salah satu program Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jaya Mandiri tahun 2018 adalah pelaksanaan pembangunan Bak Penampungan Sementara (BPS) di wilayah Desa Cimanggu Kecamatan Cikembar, Sukabumi - Jawa Barat.

Budi Arkah Direktur Umum PDAM TJM, kepada TatarSukabumi.ID menjelaskan jika Program pembangunan bak penampungan sementara di wilayah Cikembar merupakan program penambahan kapasitas air yang berasal dari bantuan Negara Hongaria melalui Pemerintah Pusat, "Kita akan menambah Debit air sekitar 20 sampai 40 Liter/detik yang nantinya akan menambah suplai air kepada masyarakat," beber Budi saat ditemui dikantor Pusat PDAM, Karang Tengah Cibadak, Senin [2/4/2018].

BACA JUGA : Bolehlah PT SCG Terapkan Sistem Blasting, Inilah Penjelasan Kadis Perindustrian dan ESDM Kabupaten Sukabumi

Budi menambahkan, "Bantuan Program dari Hungaria itu, kita cuma menerima pengadaan barang saja kalau untuk nominal itu urusan Satgas pusat, itu dari Pusat ke Pemerintah Daerah lalu ke PDAM," jelas Budi.


"Pertama Optimalisasi yang ada, yang kedua sekalian penambahan SL (Sambungan Langsung) sekalian dengan program MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) ditahun ini sekitar 3000 SL, paling banyak diluar Warungkiara sekitar 1100 SL. Insya'Allah pada bulan Agustus- September itu akan dilaunchingkan," jelas Budi.

BACA JUGA : BBM Naik 4 Kali di Tahun 2018, Mahasiswa Kembali Gruduk Kantor DPRD Sukabumi

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait kerusakan pipa yang diduga akibat pembangunan saluran air di Kampung Baeud Desa Warungkiara, Budi menjelaskan, "Untuk itu kami memohon maaf kepada para pelanggan, sehubungan dengan jaringan pipa itu adalah pembangunan penambahan SL, walaupun seharusnya itu tanggung jawab pelaksana dan PDAM sudah instruksikan untuk segera diperbaiki sesuai dengan prosedur," terang Budi.

Konsekwensi kepada pelaksana untuk melakukan perbaikan Budi menanggapi, "Kami belum koordinasi ke Cabang bagian teknis, seharusnya kita secepatnya namun harus ada koordinasi antar pelaksana itu dengan Pemerintahan setempat (Desa) agar tidak terjadi sesuatu hal yang berhubungan dengan pelayanan kepada warga setempat," pungkas Budi.(*)

Reporter : Rapik Utama / Editor : Dian Syahputra Pasi