Wilujeng Sumping di Tatar Sukabumi - Keluhan Warga Silahkan email : kasukabumian@gmail.com Pengaduan SMS Ketik : LAPOR(spasi)PESAN kirim ke 0857-222222-66 Informasi peliputan dapat menghubungi nomor tersebut

Kamis, 12 April 2018

Ojek Pangkalan Sukabumi Kecewa Mediasi Dengan Ojol Gagal, Ini Masalahnya


TatarSukabumi.ID - Ojek Pangkalan (Opang) dari 4 Kecamatan wilayah Sukabumi Utara, mulai dari Kecamatan Parungkuda, Nagrak, Cibadak, dan Cicurug melakukan konvoi datangi salah satu rumah makan diruas Jalan Jalur Lingkar Selatan (Lingsel) untuk melakukan mediasi dengan Ojek berbasis online (Ojol), Kamis [12/4/2018].

Gesekan hingga nyaris timbul keributan terjadi saat massa Opang melewati wilayah Cikukulu, pasalnya, seorang seorang driver Ojol yang berada di pinggir jalan helmya dirusak rombongan Opang yang bergerak menuju Jalur Lingsel.

BACA JUGA : Belum Ada Kata Sepakat, Ribuan OJek Pangkalan Mengular Kuasai Jalan Sukabumi - Cibadak

Kejadian tidak berlanjut, konvoi Opang kembali dilanjutkan ke lokasi mediasi di Jalur Lingsel.

Namun menjelang mediasi digelar, Opang akhirnya membubarkan diri karena diduga pihak Ojol belum menempuh konfirmasi dan perijinan dengan pihak Kepolisian setempat.

BACA JUGA : Tidak Patuhi hasil Kesepakatan, Ojek Pangkalan Amankan Ojek Online di Wilayah Hukum Cibadak

Berdasarkan  keterangan Penasehat Opang, Bah Diman (56), Saat datang di lokasi pertemuan, pihak manajemen tidak mengizinkan pertemuan dilaksanakan ditempat yang telah di tentukan bahkan pihak kepolisian pun mengaku tidak mengetahui apa yang terjadi.

"Kita itu diundang sama pihak Ojol buat mediasi di tahu Sumedang jalur, pas datang pihak restoran tidak boleh masuk karena tidak ada izin konfirmasi dari Polsek Gunungguruh dan Cisaat. Karena pihak Ojol tidak ada konfirmasi dengan polsek Nagrak dan Cibadak. Kita kecewa intinya Opang tetap akan menutup Ojol yang ada di Cibadak, Parungkuda, Nagrak, kalau masih ada taulah kondisinya seperti apa" tegas Diman.


Diman juga merasa heran, mengapa pihak Ojol mengundang pertemuan di wilayah Lingsel Cisaat, padahal pihak Opang yang menolak berasal dari wilayah Parungkuda, Cicurug, Nagrak dan Cibadak, "Yang engga setuju itu bukan Sukabumi Cisaat tapi Nagrak, Cibadak kenapa pertemuan disini. Intinya kami kecewa dan tetap menolak ojol," terangnya.

BACA JUGA : Driver Go-Car Tewas di Sukabumi, Hasil Otopsi Sudah Dikantongi Penyidik Polres Sukabumi

Sementara itu Parwoto pengurus Komunitas Solidaritas Grabs Sukabumi (Sograbis) menyebutkan jika pihaknya hanya mengundang perwakilan ketua opang yang ada di 3 wilayah tersebut.

Namun yang terjadi pihak opang justru membawa ratusan massa hingga membuat pihak managemen restoran tidak terima, "Kita undang perwakilan atau ketua dari perwakilan opang, tapi yang datang malah banyak. Diawal yang sudah sounding itu ada 30 pangkalan saja, dan itu diluar kendali kita. Yang kita ingin mediasi itu kepala dingin sambil ngopi bareng bukan kaya gini," ujar Parwoto.

BACA JUGA : 2 Korban Luka Bacok, Akibat Tawuran Pelajar di Sukabumi

Ojol juga berdalih, pihaknya telah menempuh perizinan baik kepada Polsek Cibadak, Parungkuda hingga Polres Sukabumi, namun kembali karena massa yang diduga terlalu banyak hingga pertemuan ditakhawatirkan timbul kejadian yang tidak diinginkan hingga tidak kondusif, sehingga akhirnya dibubarkan.

"Kita sudah konfirmasi, kita pilih wilayah Cisaat juga untuk antisipasi. Kita cari wilayah yang sedikit netral. Untuk menghindari banyaknya massa, kedepan kita akan terus sosolalisasi dan mediasi supaya ojol bisa di terima," tutupnya.(*)

Reporter : Isep Panji / Dian Syahputra Pasi