Berita Terkini Sukabumi

Senin, 02 April 2018

Ojek Pangkalan Cibadak Hingga Parungkuda Protes Keberadaan Ojek Online, Ujung Ujungnya Seperti Ini


TatarSukabumi.ID - Ratusan Pengemudi Ojek Pangkalan (Opang) wilayah Cibadak hingga Parungkuda datangi Polsek Cibadak untuk memprotes keberadaan Ojek berbasis online (Ojol) yang dianggap menjadi penyebab merosotnya omset penghasilan Opang, Senin [2/4/2018].

Sebelumnya ratusan Opang sempat menyisir sejumlah wilayah Cibadak dan Parungkuda mencari driver Ojol sebagai aksi protesnya.

BACA JUGA : Gegara Kemenkominfo Batasi Kartu Telepon Prabayar, Pemkot Sukabumi Didemo

Aksi massa yang terdiri dari 27 pangkalan ojek konfensional wilayah Cibadak hingga Parungkuda menolak keberadaan Ojol disekitar wilayah Cibadak hingga Parungkuda, seperti diungkapkan penasehat Opang Sudirman (56), "membuat resah. Sebab, pendapatan perhari Opang berkurang. Selain itu, tarif yang dikenakan oleh Ojol terkesan murah," ungkap Sudirman saat diwawancarai awak media, Senin [2/4/2018].

Sudirman mengaku sejak keberadaan Ojol pendapatan Ojek Pangkalan merosot drastis, dan para Opang setuju untuk menegur Ojol yang masih berani menarik penumpang dilingkungan 27 pangkalan sepanjang Cibadak - Parungkuda, Sukabumi.

BACA JUGA : Pelaku Pembunuhan di Cibadak Diganjar 20 Tahun Penjara

"Hasil kesepakatan yang dibuat dalam mediasi, untuk sementara Ojol tidak diperbolehkan menarik penumpang dilingkungan pangkalan. Jika masih ngeyel, akan kami tegur," pungkasnya.


Menurut Kapolsek Cibadak, Kompol Suhardiman usai mediasi antara kedua belah pihak menghasilkan kesepakatan Ojol tidak diperkenankan untuk mengambil penumpang di lingkungan pangkalan Opang, dan membentuk satuan tugas dari kedua belah pihak untuk sama-sama mengawasi agar situasi dilapangan kondusif.

BACA JUGA : Banjir Nyaris Selutut Rendam Kota Nayor Cibadak

"Regulasi yang mengatur ojek online ini belum rampung di pusat maupun daerah, jadi kami ambil keputusan melalui aturan lokal. Untuk mengantisipasi konflik dilapangan kami akan patroli, jika memang terjadi akan diproses hukum," tegas Kompol Suhardiman.

Sementara itu, Ketua komunitas solidaritas Grab Bike Sukabumi, Dedi Rohaedi kepada awak media mengungkapkan, akan menyampaikan hasil pertemuan yang digelar di Mako Polsek Cibadak kepada manajemen Grab untuk meminimalisir terjadinya gesekan atau konflik dilapangan.(*)

Reporter : Isep Panji / Editor : Dian Syahputra Pasi