Wilujeng Sumping di Tatar Sukabumi - Keluhan Warga Silahkan email : kasukabumian@gmail.com Pengaduan SMS Ketik : LAPOR(spasi)PESAN kirim ke 0857-222222-66 Informasi peliputan dapat menghubungi nomor tersebut

Kamis, 26 April 2018

Ngotot Ikuti Ujian Nasional, Siswi MTs di Sukabumi Diperlakukan Seperti Ini


TatarSukabumi.ID - Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP dan sederajat digelar secara serentak sejak Senin dan berakhir hari ini, Kamis [26/4/2018].

Pemandangan menonjol terlihat di Mts Attaqwa Cicurug yang berada di kampung Manggis Hilir RT 03/ RW 03 Desa Benda Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi - Jawa Barat.

BACA JUGA : Seorang Pelajar Tewas Akibat Miras Oplosan di Palabuhanratu

Pasalnya salah seorang Siswi kelas 9 yang ngotot mengikuti Ujian Nasional meski harus digendong dari rumah ke sekolah oleh sang bunda.

Desi Maharani (15) putri pasangan Ibu Utih (50) dan Deprias (almarhum) anak keempat dari lima bersaudara merupakan warga Kampung Sidangpalay RT 03/ RW 06 Desa Pasawahan Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi.

BACA JUGA : Akibat Hubungan Gelap di Facebook, Wanita Asal Cicurug Hamil dan Tega Bunuh Sang Bayi

Aksi sang Bunda yang rela menggendong anaknya sangat mendapat apresiasi sebagai bentuk kasih sayang serta motifasi kuat untuk memberi ilmu kepada anaknya.


Saat ditemui, Utih kepada TatarSukabumi.ID menjelaskan, "Tahun 2013 dia (Desi) memiliki beberapa benjolan (dibagian tubuh) dan akhirnya tahun 2014 dioperasi, pasca operasi dan perawatan 6 bulan dia sekolah sekaligus pesantren di Attaqwa," ujar Utih, Kamis [26/4/2018].

BACA JUGA : Curi Barang Elektronik dari Kostan, Pelaku Tertangkap di Parungkuda

Ternyata selama itu, kembali timbul benjolan dibagian tubuh lain Desi, namun Desi tidak pernah mengeluh dan menceritakan masalahnya, hingga akhirnya Desi tergeletak nyaris hanya bisa terbaring hingga dibawa pulang dari pesantren oleh Utih.

Sejak pembagian raport terakhir kondisi Desi sangat memburuk, Desi sempat tidak semangat untuk melakukan apapun meski dibujuk oleh guru maupun ibunya, "sama siapapun dia tidak mau diajak ke Rumah Sakit, sama bu Rosi dia mau, bu Rosi kan pendamping PKH, saya kebetulan dapat PKH, hanya sama bu Rosi dia mau dibujuk," jelas Utih.

BACA JUGA : Terkuak, Dukun Cabul di Sukabumi, Inilah Penuturan Warga Setempat

"Pihak sekolah peduli sama desi masyarakat juga sangat peduli, Alhamdulillah seminggu ini dia semangat, sudah berapa bulan ini dia hanya bisa terbaring ditempat tidur. Mudah mudahan cita citanya tercapai," harap Utih sambil menangis.


Sementara itu, Dudeh Suniaga Kepala Sekolah MTS Attaqwa menjelaskan sejak Januari 2018 Desi mengalami kondisi yang cukup memprihatinkan, namun pihak Sekolah terus berupaya memberikan dukungan kepada Desi, Kepala sekolah menugaskan Guru untuk antar jemput Desi dari Rumah kesekolah, "setiap hari kita tugaskan Guru, Pak Saripudin untuk antar jemput Desi pake Motor," ujar Dudeh Suniaga.

Sementara itu Saripudin yang setiap hari menjemput Desi mengungkapkan, "Ini sudah kewajiban saya," ungkap tulus guru pembina Osis MTs Attaqwa. (*)

Reporter : Isep Panji / Editor : Dian Syahputra Pasi