Berita Terkini Sukabumi

Selasa, 03 April 2018

Bolehkah PT SCG Terapkan Sistem Blasting, Inilah Penjelasan Kadis Perindustrian dan ESDM Kabupaten Sukabumi


TatarSukabumi.ID - Isu pertambangan menggunakan sistem Peledakan menggunakan bahan peledak (Blasting) yang diduga akan dilakukan Perusahaan Semen Jawa PT SCG mencuat dan menuai kritikan baik di media sosial maupun di Masyarakat.

Reaksi keras mencuat dari beberapa elemen masyarakat terutama terkait dampak yang nantinya akan ditimbulkan baik dari sisi sosial maupun lingkungan hidup.

BACA JUGA : BBM Naik 4 Kali di Tahun 2018, Mahasiswa Kembali Gruduk Kantor DPRD Sukabumi

Isu mencuat terkait pelaksanaan pertambangan PT SCG yang akan dilakukan dengan sistem blasting di Gunung Guha yang berada dilingkungan Masyarakat Leuwi Dinding Desa Tanjungsari Kecamatan Jampang Tengah, Sukabumi - Jabar.

Kepala Dinas perindustrian dan ESDM Kabupaten Sukabumi, Adi Purnomo saat ditemui TatarSukabumi.ID dikantornya menjelaskan, "Sebetulnya apa yang sedang direncanakan SCG harus sesuai dengan aturan, kalau sudah sesuai dengan aturan dan prosedur, kalau dia akan meledakkan, kenapa tidak boleh.
Bila dalam dokumen perijinan tambang, sepanjang sesuai dokumen diijinkan," ungkap Adi, Selasa [3/4/2018].

BACA JUGA : Konflik Ojek Pangkalan dan Ojek Online Kembali Mencuat, Seperti Ini Penjelasan Kapolsek Cibadak

Menurut Adi, blasting adalah salah satu cara menambang, cara ini dilakukan manakala bahan tambangnya keras, oleh manual tidak bisa, maka dipergunakan peledak, selama sesuai dengan uji kelayakan dan sepanjang dokumen perijinannya seperti itu, jelas Adi.

"Kecuali nanti dalam pelaksanaannya setelah dievaluasi, lalu ada penyimpangan dan dampak langsung kepada sekitar lingkungan yang masuk di akal, nah itu salah ," ungkap Adi Purnomo.(*)

Reporter : Rapik Utama / Editor : Dian Syahputra Pasi